Apakah pernah terlintas dalam benakmu ketika seseorang merasa bahwa dunia di sekitarnya bukanlah apa yang sebenarnya? Mungkin kamu pernah mendengar tentang istilah "delusi" atau "waham," tetapi apa sebenarnya yang dimaksud dengan hal ini dalam konteks psikologi? Mari kita gali lebih dalam!
Delusi adalah salah satu konsep penting dalam dunia psikologi. Istilah ini mengacu pada keyakinan yang kuat dan tahan lama terhadap sesuatu yang tidak benar, meskipun terdapat bukti yang kuat untuk membantahnya. Dalam kata lain, delusi adalah pandangan palsu yang diyakini sebagai kenyataan.
Jenis-jenis Delusi
Delusi bisa muncul dalam berbagai bentuk, dan kita akan membahas beberapa di antaranya:
1. Delusi Paranoid
Ini adalah jenis delusi yang membuat seseorang merasa dikejar atau diperhatikan secara terus-menerus oleh orang lain. Individu yang mengalami delusi paranoid mungkin merasa ada konspirasi terhadap mereka atau bahwa orang-orang tertentu berusaha merusak hidup mereka.
2. Delusi Keagamaan
Delusi ini melibatkan keyakinan yang berhubungan dengan agama atau spiritualitas. Seseorang mungkin merasa mereka memiliki hubungan khusus dengan tuhan atau merasa mereka adalah utusan ilahi.
3. Delusi Kejaran
Pada tipe ini, seseorang yakin bahwa seseorang atau sesuatu sedang memburu atau mengintai mereka, meskipun tidak ada bukti konkret untuk mendukung keyakinan ini.
4. Delusi Cemburu
Delusi ini muncul ketika seseorang yakin bahwa pasangan mereka berselingkuh atau melakukan hal yang tidak pantas, meskipun tidak ada bukti nyata yang mendukungnya.
Mengapa Delusi Terjadi?
Delusi adalah gejala umum dari beberapa gangguan mental, seperti skizofrenia, gangguan bipolar, atau gangguan delusi. Tapi, mengapa delusi terjadi? Psikolog dan ilmuwan telah melakukan penelitian untuk mencari tahu penyebab pasti, dan mereka percaya bahwa kombinasi faktor genetik, lingkungan, dan ketidakseimbangan kimia otak mungkin menjadi penyebabnya.
Penting untuk diingat bahwa delusi bukanlah hal yang bisa disepelekan. Mereka dapat mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang, mempengaruhi hubungan sosial, dan bahkan berpotensi berbahaya jika tidak diobati. Oleh karena itu, jika seseorang memiliki gejala delusi, sangat penting untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental.
Delusi adalah salah satu aspek yang menarik dalam psikologi, dan mereka mengajarkan kita betapa kompleksnya pikiran manusia. Meskipun bisa menjadi hal yang menakutkan, pemahaman dan dukungan dari keluarga, teman, dan tenaga medis dapat membantu individu yang mengalami delusi untuk mengelola kondisi mereka dan hidup dengan lebih baik.
Biro psikologi Smile Consulting Indonesia dikenal sebagai pusat asesmen Indonesia yang memberikan berbagai layanan, termasuk jasa psikotes dan asesmen individu, dengan proses yang efisien dan hasil mendalam.
Referensi :
Oltmanns, W. Thomas & Maher, L. Richard. 2022. Delusions: A Comprehensive Overview.