19 Juni 2024

Bagaimana kebiasaan multitasking mempengaruhi fokus dan ketahanan mental generasi saat ini?

Generasi Multitasking, Apakah Kita Semakin Bodoh dan Stres?

Pernahkah kamu merasa sulit untuk fokus pada satu hal karena terlalu sibuk dengan banyak hal sekaligus? Multitasking, tampaknya menjadi kunci untuk mengatasi banyak tuntutan dalam kehidupan modern, tetapi apa sebenarnya dampaknya terhadap fokus dan ketahanan mental kita?

Multitasking sering dianggap sebagai kemampuan yang mengesankan, tetapi pada kenyataannya, hal itu bisa merusak kemampuan kita untuk fokus dan menahan diri. Dalam era di mana informasi datang dari segala arah dan tuntutan hidup semakin meningkat, memiliki ketahanan mental yang kuat adalah kunci untuk bertahan. Namun, apakah kebiasaan multitasking menghambat perkembangan ketahanan mental dan growth mindset generasi saat ini?

Dampak Multitasking pada Fokus

Ketika kita berusaha melakukan beberapa tugas sekaligus, otak kita sebenarnya tidak melakukan multitasking, melainkan beralih dari satu tugas ke tugas lain dengan cepat. Hal ini menyebabkan perhatian kita terpecah, dan akhirnya, mengurangi kemampuan kita untuk fokus sepenuhnya pada satu hal. Bayangkan mencoba membaca sambil menonton TV dan menjawab pesan teks sekaligus. Apakah kamu merasa benar-benar fokus pada satu hal?  Ini dia dampak multitasking, sebagai berikut: 

1. Perpecahan Perhatian

Ketika kita mencoba melakukan beberapa tugas sekaligus, otak kita sebenarnya tidak mampu melakukan multitasking sejati. Sebaliknya, otak kita berpindah dari satu tugas ke tugas lain dengan cepat. Ini menyebabkan perhatian kita terpecah, dan akhirnya, mengurangi kemampuan kita untuk fokus sepenuhnya pada satu hal. Sebagai contoh, bayangkan mencoba membaca sambil menonton TV dan menjawab pesan teks sekaligus. Dalam situasi seperti ini, meskipun mungkin kita merasa bahwa kita sedang melakukan beberapa hal secara bersamaan, namun kenyataannya perhatian kita tidak sepenuhnya terfokus pada satu hal.

2. Pengurangan Produktivitas

Multitasking seringkali dianggap sebagai cara untuk meningkatkan produktivitas, tetapi dalam banyak kasus, itu justru menghambatnya. Ketika kita terus-menerus beralih antara berbagai tugas, kita membutuhkan waktu tambahan untuk memusatkan kembali perhatian kita setiap kali kita beralih. Ini mengakibatkan waktu yang hilang karena "overhead" mental, yang mengurangi efisiensi dan produktivitas keseluruhan.

3. Penurunan Kualitas Pekerjaan

Selain mengurangi fokus, multitasking juga dapat menyebabkan penurunan kualitas pekerjaan. Ketika kita tidak sepenuhnya fokus pada satu tugas, kita cenderung membuat kesalahan atau melewatkan detail penting. Bayangkan mencoba menulis laporan penting sambil juga berbicara di telepon. Kemungkinan besar, kualitas laporan tersebut akan menderita karena perhatian kita terbagi.

4. Stres dan Kegelisahan

Melakukan multitasking secara terus-menerus juga dapat meningkatkan tingkat stres dan kegelisahan kita. Ketika kita merasa tertekan untuk menyelesaikan banyak hal sekaligus, hal itu dapat mengakibatkan peningkatan kadar hormon stres dalam tubuh kita. Dalam jangka panjang, hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik kita.

Dengan memahami dampak-dampak ini, penting bagi kita untuk menghindari kebiasaan multitasking dan berupaya untuk fokus pada satu tugas pada satu waktu. Ini akan membantu kita meningkatkan produktivitas, kualitas pekerjaan, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Menahan Diri dan Ketahanan Mental

Ketahanan mental melibatkan kemampuan kita untuk mengatasi tantangan, stres, dan kegagalan. Namun, multitasking dapat melemahkan ketahanan mental kita. Ketika kita terbiasa dengan stimulus konstan dari berbagai arah, kita cenderung menjadi kurang sabar dan sulit menahan diri ketika menghadapi kesulitan. Ini juga dapat menghambat kemampuan kita untuk mengembangkan growth mindset, yang melibatkan keyakinan bahwa kemampuan kita bisa berkembang melalui upaya dan ketekunan.

Mengatasi Kebiasaan Multitasking

Bagaimana cara kita mengatasi kebiasaan multitasking yang merugikan ini? Salah satu langkah penting adalah mengambil waktu untuk melatih fokus kita. Cobalah untuk melakukan satu tugas pada satu waktu dan berikan perhatian penuh pada apa yang sedang kamu kerjakan. Selain itu, penting juga untuk mengatur batas-batas teknologi dan menghindari godaan untuk selalu terhubung. Berikut cara-caranya: 

1. Melatih Fokus

Salah satu langkah pertama dalam mengatasi kebiasaan multitasking adalah dengan melatih fokusmu. Cobalah untuk mengalokasikan waktu khusus untuk mengerjakan satu tugas secara fokus tanpa gangguan dari tugas-tugas lainnya. Mulailah dengan tugas yang paling penting atau yang paling sulit, dan berikan perhatian penuh pada tugas tersebut hingga selesai.

2. Lakukan Satu Tugas pada Satu Waktu

Alih-alih mencoba melakukan beberapa tugas sekaligus, berusahalah untuk fokus pada satu tugas pada satu waktu. Ketika kamu membagi perhatianmu di antara beberapa hal, kamu cenderung menjadi kurang efisien dan produktif. Dengan fokus pada satu tugas pada satu waktu, kamu dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan lebih efektif.

3. Mengatur Batas-batas Teknologi

Teknologi, seperti ponsel pintar dan media sosial, sering menjadi penyebab utama dari kebiasaan multitasking. Untuk mengatasi hal ini, penting untuk mengatur batas-batas penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Matikan pemberitahuan yang tidak penting, atur waktu khusus untuk memeriksa email dan media sosial, dan berikan dirimu waktu tanpa layar untuk benar-benar fokus pada tugas-tugas penting.

4. Hindari Godaan untuk Selalu Terhubung

Terhubung secara konstan dengan teknologi dapat membuatmu rentan terhadap godaan untuk melakukan multitasking. Cobalah untuk menghindari godaan ini dengan menetapkan waktu khusus di mana kamu tidak akan terhubung dengan internet atau media sosial. Gunakan waktu tersebut untuk fokus pada pekerjaan yang membutuhkan perhatian penuh.

Dengan mengambil langkah-langkah ini, kita dapat mengatasi kebiasaan multitasking yang merugikan dan meningkatkan kemampuan kita untuk fokus pada tugas-tugas penting dengan lebih efektif. Hal ini akan membantu kita menjadi lebih produktif, efisien, dan bahkan lebih bahagia dalam kehidupan sehari-hari.

Multitasking mungkin tampak seperti solusi untuk menyelesaikan banyak hal dalam waktu singkat, tetapi akan menimbulkan dampak terhadap fokus dan ketahanan mental kita. Dengan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kebiasaan multitasking, kita dapat membangun ketahanan mental yang lebih kuat dan mengembangkan growth mindset yang akan membantu kita menghadapi tantangan dengan lebih efektif.

Jangan biarkan kebiasaan multitasking merusak fokus dan ketahanan mental kamu. Temukan keseimbangan yang tepat dan latihlah diri kamu untuk fokus pada satu hal pada satu waktu. 

Sebagai biro psikologi terpercaya, Smile Consulting Indonesia adalah vendor psikotes yang juga menyediakan layanan psikotes online dengan standar profesional tinggi untuk mendukung keberhasilan asesmen Anda.
 

Referensi: 

Duckworth, L. Angela. 2016. Grit: The Power of Passion and Perseverance.

Clear, James. 2018. Atomic Habits: An Easy & Proven Way to Build Good Habits & Break Bad Ones.

Artikel Terkait

19 Januari 2026
Psikotes sering dipahami sebagai alat untuk menilai kemampuan atau kepribadian secara cepat. Namun dalam praktik psikologi asesmen, hasil tes justru berfungsi sebagai bahan refleksi awal yang perlu di...
23 Mei 2025
Siap Hadapi PMS Tanpa Stres! Inilah Rahasia Perempuan yang Patut Kamu Ketahui! Setiap bulan, perempuan seringkali harus menghadapi tantangan baru yang datang dalam bentuk sindrom pramenstruasi (PMS)....
31 Januari 2025
Bikin Hidupmu Lebih Berarti dengan SMART Goals! Ini CaranyaSiapa yang tidak ingin hidup lebih baik? Di dunia yang penuh dengan tantangan, kita sering kali merasa tersesat atau kehilangan fokus dalam m...