1 Mei 2024

Deja Vu, Apakah Itu Tanda Kehidupan Sebelumnya yang Terlupakan?

De Javu, sesuatu yang mungkin pernah kamu rasakan, tapi mungkin belum tahu apa itu sebenarnya. Terdengar tidak asing bukan? Bahkan muncul pertanyaan apakah itu adalah kehidupanku sebelumnya? Eits, ini bukanlah hal supernatural, melainkan fenomena yang bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari kita. Ayo, mari kita gali lebih dalam dan cari tahu apa itu Deja Vu dalam konteks psikologi!

 

Apa Itu Deja Vu?

Deja Vu, yang berarti "sudah pernah dilihat" dalam bahasa Prancis, adalah pengalaman psikologis yang membuat seseorang merasa telah mengalami atau melihat sesuatu sebelumnya, meskipun sebenarnya itu adalah pertama kalinya mereka mengalaminya. Ini seperti perasaan aneh di mana kamu merasa telah menjejaki jejak yang pernah kamu lewati sebelumnya, meskipun seharusnya ini adalah pengalaman baru.

 

Kenapa Deja Vu Terjadi?

Sekarang, mari kita bahas mengapa Deja Vu bisa terjadi. Ilmuwan dan ahli psikologi telah mengemukakan beberapa teori yang mencoba menjelaskan fenomena ini:

1. Gangguan Penyimpanan Memori

Salah satu teori adalah bahwa Deja Vu terjadi ketika ada gangguan dalam penyimpanan memori. Otak kita mungkin secara tidak sengaja mencatat informasi baru sebagai kenangan lama, yang membuat kita merasa seperti sudah mengalami sesuatu sebelumnya.

2. Keterlambatan dalam Informasi

Teori lain mengatakan bahwa Deja Vu bisa muncul ketika ada keterlambatan dalam aliran informasi dalam otak. Ketika informasi baru tiba di otak kita, ada kemungkinan kita merasakan itu sebelumnya karena otak kita memprosesnya dengan sedikit keterlambatan.

3. Ketidaksesuaian Sensasi

Beberapa ahli berpendapat bahwa Deja Vu terjadi ketika ada perbedaan antara waktu kedatangan informasi visual dan informasi auditif dalam otak kita. Ini bisa menciptakan ilusi bahwa kita telah mengalami sesuatu sebelumnya.

 

Kapan dan Mengapa Deja Vu Terjadi?

Deja Vu bisa terjadi dalam berbagai situasi. Beberapa orang melaporkan mengalaminya ketika mereka sedang bepergian, berbicara dengan orang lain, atau bahkan saat mereka sedang melakukan kegiatan sehari-hari seperti makan atau tidur. Ini bisa menjadi pengalaman yang agak membingungkan, tetapi umumnya tidak berbahaya.

Tidak ada konsensus yang pasti mengenai mengapa Deja Vu terjadi, tetapi banyak peneliti setuju bahwa itu adalah bagian normal dari cara otak kita memproses informasi. Kita mungkin tidak akan pernah sepenuhnya memahami fenomena ini, tetapi itulah yang membuatnya begitu menarik!

Jadi, Deja Vu adalah pengalaman misterius yang membuat kita merasa seolah-olah kita telah mengalami sesuatu sebelumnya, meskipun sebenarnya itu adalah pengalaman baru. Meskipun masih banyak misteri yang mengelilingi fenomena ini, kita bisa merasa tenang bahwa itu adalah bagian normal dari cara otak kita bekerja. Jika kamu pernah mengalami Deja Vu, jangan khawatir! Ini adalah pengalaman yang umum, dan banyak orang mengalaminya dari waktu ke waktu. 

Biro psikologi Smile Consulting Indonesia menyediakan jasa psikotes untuk berbagai kebutuhan asesmen psikologi, baik untuk individu maupun perusahaan. Layanan kami dirancang untuk memberikan hasil yang akurat dan terpercaya.
 

Referensi : 

Smith, A. Michael. 2023. The Psychology of De Ja Vu: A Cognitive Neuroscience Perspective.

 

Artikel Terkait

30 Januari 2026
Konseling sering dipahami sebagai solusi utama ketika seseorang menghadapi masalah psikologis atau kebingungan hidup. Dalam banyak kasus, konseling memang menjadi ruang aman untuk memahami emosi, pola...
29 Januari 2026
Dalam dunia pengembangan diri, istilah konseling, coaching, dan mentoring sering digunakan secara bergantian, seolah-olah memiliki fungsi yang sama. Padahal, masing-masing pendekatan memiliki tujuan,...
28 Januari 2026
Dalam banyak budaya, termasuk di Indonesia, konseling masih kerap dipersepsikan sebagai pilihan terakhir bahkan sering dilekatkan dengan anggapan “tidak kuat” atau “tidak mampu menghadapi masalah send...