Apakah kamu pernah mendengar tentang konsep "Delay of Gratification" atau penundaan kenikmatan? Ini adalah salah satu konsep psikologis yang dapat membantu kita memahami mengapa beberapa orang berhasil mencapai tujuan mereka, sementara yang lain terjebak dalam siklus kepuasan secara cepat. Mari kita eksplorasi lebih lanjut tentang apa itu "Delay of Gratification" dan bagaimana psikologi memainkan peran penting dalam kehidupan kita.
Apa Itu "Delay of Gratification"?
"Delay of Gratification" atau penundaan kenikmatan adalah kemampuan seseorang untuk menunda atau menahan diri dari memperoleh sesuatu yang diinginkan secara instan demi mendapatkan hasil yang lebih baik atau lebih besar di masa depan. Ini adalah sejenis pengendalian diri yang melibatkan kesabaran, penilaian, dan kemampuan untuk merencanakan jangka panjang.
Contohnya, jika kamu seorang siswa yang harus belajar untuk ujian besar yang akan datang, alih-alih menonton film favorit kamu atau bermain video game sepanjang hari, tetapi kamu memilih untuk belajar dengan tekun. Dengan melakukannya, kamu menunda kenikmatan instan demi mencapai hasil yang lebih baik yaitu nilai ujian yang tinggi.
Marshmallow Test dan Penelitian Awal
Konsep "Delay of Gratification" menjadi terkenal berkat eksperimen psikologi yang terkenal dengan sebutan "Marshmallow Test" yang dilakukan oleh Walter Mischel pada tahun 1960-an. Dalam eksperimen ini, anak-anak diberi pilihan untuk memakan satu marshmallow segera atau menunggu beberapa menit untuk memperoleh dua marshmallow. Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak yang mampu menunda kenikmatan dengan menunggu lebih lama untuk mendapatkan dua marshmallow cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik dan lebih sukses dalam hidupnya.
Dalam hal ini, psikologi memainkan peran penting dalam bagaimana kita menghadapi tantangan "Delay of Gratification." Ada beberapa konsep dan teori psikologis yang dapat membantu kita memahami mengapa beberapa orang lebih baik dalam menunda kenikmatan daripada yang lain:
1. Teori Kendali Diri
Teori ini menunjukkan bahwa kemampuan untuk menunda kenikmatan bergantung pada kemampuan kita untuk mengendalikan diri. Dalam konteks ini, kemampuan mengelola emosi dan dorongan yang kuat adalah kunci untuk berhasil menunda kenikmatan.
2. Kecenderungan untuk Risiko
Beberapa orang lebih cenderung menghindari risiko daripada yang lain. Mereka cenderung memilih imbalan yang lebih besar di masa depan daripada kenikmatan secara cepat.
3. Belief in the Future
Orang yang percaya pada masa depan mereka cenderung lebih baik dalam menunda kenikmatan. Keyakinan bahwa usaha keras saat ini akan membawa hasil positif di masa depan adalah faktor motivasi yang kuat.
4. Pemahaman Dampak
Orang yang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang dampak dari keputusan mereka cenderung lebih baik dalam menunda kenikmatan. Mereka memahami bahwa menunda kenikmatan sekarang dapat membawa hasil yang lebih baik di masa depan.
Mengembangkan Kemampuan "Delay of Gratification"
Tidak perlu khawatir jika kamu merasa kesulitan dalam menunda kenikmatan. Kemampuan ini dapat dikembangkan melalui latihan dan kesadaran diri. Berikut beberapa langkah yang dapat membantu kamu:
"Delay of Gratification" adalah konsep psikologis yang berperan penting dalam kehidupan kita. Ini membantu kita memahami mengapa beberapa orang lebih baik dalam menunda kenikmatan daripada yang lain, dan bagaimana psikologi memainkan peran dalam kemampuan ini. Dengan kesadaran diri dan latihan, kita semua dapat mengembangkan kemampuan "Delay of Gratification" yang akan membawa kita menuju kesuksesan jangka panjang dalam hidup. Ingatlah, saat kamu merasa ingin menyerah pada kenikmatan segera, kamu mungkin sebenarnya sedang berinvestasi dalam masa depan yang lebih cerah.
Sebagai bagian dari pusat asesmen Indonesia, biro psikologi Smile Consulting Indonesia menghadirkan solusi asesmen psikologi dan psikotes online berkualitas tinggi untuk kebutuhan evaluasi yang komprehensif.
Referensi :
Baumeister, Roy & Tierney, John . 2011. The Power of Delay: How Self-Control Can Improve Your Life.