1 Mei 2024

Inilah Kunci Sukses yang Harus Kamu Ketahui, Delay of Gratification!

Apakah kamu pernah mendengar tentang konsep "Delay of Gratification" atau penundaan kenikmatan? Ini adalah salah satu konsep psikologis yang dapat membantu kita memahami mengapa beberapa orang berhasil mencapai tujuan mereka, sementara yang lain terjebak dalam siklus kepuasan secara cepat. Mari kita eksplorasi lebih lanjut tentang apa itu "Delay of Gratification" dan bagaimana psikologi memainkan peran penting dalam kehidupan kita.

 

Apa Itu "Delay of Gratification"?

"Delay of Gratification" atau penundaan kenikmatan adalah kemampuan seseorang untuk menunda atau menahan diri dari memperoleh sesuatu yang diinginkan secara instan demi mendapatkan hasil yang lebih baik atau lebih besar di masa depan. Ini adalah sejenis pengendalian diri yang melibatkan kesabaran, penilaian, dan kemampuan untuk merencanakan jangka panjang.

Contohnya, jika kamu seorang siswa yang harus belajar untuk ujian besar yang akan datang, alih-alih menonton film favorit kamu atau bermain video game sepanjang hari, tetapi kamu memilih untuk belajar dengan tekun. Dengan melakukannya, kamu menunda kenikmatan instan demi mencapai hasil yang lebih baik yaitu nilai ujian yang tinggi.

 

Marshmallow Test dan Penelitian Awal

Konsep "Delay of Gratification" menjadi terkenal berkat eksperimen psikologi yang terkenal dengan sebutan "Marshmallow Test" yang dilakukan oleh Walter Mischel pada tahun 1960-an. Dalam eksperimen ini, anak-anak diberi pilihan untuk memakan satu marshmallow segera atau menunggu beberapa menit untuk memperoleh dua marshmallow. Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak yang mampu menunda kenikmatan dengan menunggu lebih lama untuk mendapatkan dua marshmallow cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik dan lebih sukses dalam hidupnya.

Dalam hal ini, psikologi memainkan peran penting dalam bagaimana kita menghadapi tantangan "Delay of Gratification." Ada beberapa konsep dan teori psikologis yang dapat membantu kita memahami mengapa beberapa orang lebih baik dalam menunda kenikmatan daripada yang lain:

1. Teori Kendali Diri

Teori ini menunjukkan bahwa kemampuan untuk menunda kenikmatan bergantung pada kemampuan kita untuk mengendalikan diri. Dalam konteks ini, kemampuan mengelola emosi dan dorongan yang kuat adalah kunci untuk berhasil menunda kenikmatan.

2. Kecenderungan untuk Risiko

Beberapa orang lebih cenderung menghindari risiko daripada yang lain. Mereka cenderung memilih imbalan yang lebih besar di masa depan daripada kenikmatan secara cepat.

3. Belief in the Future

Orang yang percaya pada masa depan mereka cenderung lebih baik dalam menunda kenikmatan. Keyakinan bahwa usaha keras saat ini akan membawa hasil positif di masa depan adalah faktor motivasi yang kuat.

4. Pemahaman Dampak

Orang yang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang dampak dari keputusan mereka cenderung lebih baik dalam menunda kenikmatan. Mereka memahami bahwa menunda kenikmatan sekarang dapat membawa hasil yang lebih baik di masa depan.

 

Mengembangkan Kemampuan "Delay of Gratification"

Tidak perlu khawatir jika kamu merasa kesulitan dalam menunda kenikmatan. Kemampuan ini dapat dikembangkan melalui latihan dan kesadaran diri. Berikut beberapa langkah yang dapat membantu kamu:

  • Tetapkan Tujuan Jangka Panjang: Identifikasi apa yang ingin kamu capai dalam jangka panjang dan ingatkan diri kamu tentang tujuan tersebut saat kamu merasa ingin memuaskan diri dengan sesuatu yang instan.
  • Rencanakan dan Prioritaskan: Buat rencana tindakan dan prioritaskan tugas-tugas yang akan membawa kamu lebih dekat ke tujuan kamu.
  • Ciptakan Lingkungan yang Mendukung: Hilangkan godaan sebisa mungkin dari lingkungan kamu. Ini bisa berarti menghindari tempat-tempat atau situasi yang memicu dorongan untuk kenikmatan segera.
  • Latihan Kesabaran: Cobalah teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga untuk meningkatkan kemampuan kamu dalam mengendalikan diri dan menunda kenikmatan.

 

"Delay of Gratification" adalah konsep psikologis yang berperan penting dalam kehidupan kita. Ini membantu kita memahami mengapa beberapa orang lebih baik dalam menunda kenikmatan daripada yang lain, dan bagaimana psikologi memainkan peran dalam kemampuan ini. Dengan kesadaran diri dan latihan, kita semua dapat mengembangkan kemampuan "Delay of Gratification" yang akan membawa kita menuju kesuksesan jangka panjang dalam hidup. Ingatlah, saat kamu merasa ingin menyerah pada kenikmatan segera, kamu mungkin sebenarnya sedang berinvestasi dalam masa depan yang lebih cerah.

Sebagai bagian dari pusat asesmen Indonesia, biro psikologi Smile Consulting Indonesia menghadirkan solusi asesmen psikologi dan psikotes online berkualitas tinggi untuk kebutuhan evaluasi yang komprehensif.
 

Referensi : 

Baumeister, Roy & Tierney, John . 2011. The Power of Delay: How Self-Control Can Improve Your Life. 

  
 

Artikel Terkait

30 Januari 2026
Konseling sering dipahami sebagai solusi utama ketika seseorang menghadapi masalah psikologis atau kebingungan hidup. Dalam banyak kasus, konseling memang menjadi ruang aman untuk memahami emosi, pola...
29 Januari 2026
Dalam dunia pengembangan diri, istilah konseling, coaching, dan mentoring sering digunakan secara bergantian, seolah-olah memiliki fungsi yang sama. Padahal, masing-masing pendekatan memiliki tujuan,...
28 Januari 2026
Dalam banyak budaya, termasuk di Indonesia, konseling masih kerap dipersepsikan sebagai pilihan terakhir bahkan sering dilekatkan dengan anggapan “tidak kuat” atau “tidak mampu menghadapi masalah send...