Jangan Lepaskan Kesempatan Emas! Temukan Bagaimana Grit dan Growth Mindset Membawa Kesuksesan
Apakah kamu pernah bertanya-tanya mengapa beberapa orang tampaknya mampu melewati segala rintangan dengan tegar sementara yang lain mudah menyerah di tengah jalan? Jawabannya mungkin terletak pada dua konsep kuat yang tak terpisahkan: Grit dan Growth Mindset. Mari kita jelajahi lebih dalam bagaimana kedua hal ini saling terkait dan bagaimana keterkaitan ini dapat membantu kita menjadi lebih kuat dan tangguh dalam menghadapi kehidupan.
Grit adalah konsep yang pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Angela Duckworth. Ini mengacu pada kombinasi antara ketekunan, keuletan, dan motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan jangka panjang. Orang yang memiliki grit tinggi memiliki kemampuan untuk tetap fokus dan bertahan meskipun dihadapkan pada rintangan yang sulit. Mereka tidak mudah menyerah saat menghadapi kegagalan dan kegagalan menjadi pendorong bagi mereka untuk terus berusaha lebih keras. Penelitian telah menunjukkan bahwa tingkat grit seseorang dapat menjadi prediktor yang lebih baik untuk kesuksesan jangka panjang daripada faktor-faktor seperti kecerdasan atau bakat alami.
Growth mindset, yang dipopulerkan oleh psikolog Carol Dweck, mengacu pada keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat berkembang melalui upaya keras, latihan, dan pembelajaran. Orang dengan growth mindset percaya bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan kesempatan untuk belajar dan tumbuh. Mereka melihat tantangan sebagai kesempatan untuk mengembangkan keterampilan baru dan meningkatkan diri mereka sendiri. Dengan memiliki growth mindset, seseorang menjadi lebih fleksibel, adaptif, dan termotivasi untuk terus berkembang.
Grit dan growth mindset memiliki keterkaitan yang erat. Seseorang yang memiliki grit tinggi umumnya juga memiliki growth mindset yang kuat. Mereka tidak hanya memiliki tekad yang kuat untuk tetap berjuang dalam menghadapi tantangan, tetapi juga percaya bahwa kemampuan mereka dapat terus berkembang melalui upaya keras dan ketekunan. Dengan memiliki kedua konsep ini, seseorang menjadi lebih siap untuk menghadapi kegagalan dan rintangan yang mungkin terjadi dalam perjalanan hidup mereka.
Resiliensi: Mengintegrasikan Grit dan Growth Mindset dalam Menghadapi Krisis
Resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk pulih dan bangkit setelah mengalami kegagalan, kesulitan, atau tekanan. Individu yang memiliki grit dan growth mindset yang kuat cenderung lebih resilient karena mereka memiliki sikap mental yang positif dan tekad yang kuat untuk terus maju meskipun dihadapkan pada kesulitan.
Lalu gimana cara kita biar bisa mengembangkan grit dan growth mindset dalam kehidupan sehari-hari? Nah salah satu cara efektifnya adalah dengan mengatur tujuan yang spesifik dan realistis, terus menerus belajar dan berkembang, serta melihat setiap kegagalan sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh.
Dalam sebuah perjalanan hidup, memiliki grit dan growth mindset adalah kunci untuk menjadi pribadi yang tangguh dan tak terhentikan. Dengan memahami keterkaitan antara kedua konsep ini, kita dapat mengembangkan sikap mental yang kuat dan resilient dalam menghadapi segala rintangan dan tantangan yang datang.
Psikotes resmi HIMPSI dari biro psikologi Smile Consulting Indonesia menawarkan solusi asesmen psikologi yang valid dan dapat diandalkan, memastikan hasil yang optimal untuk berbagai keperluan Anda.
Referensi:
Duckworth, L. Angela. 2016. Grit: The Power of Passion and Perseverance.
Clear, James. 2018. Atomic Habits: An Easy & Proven Way to Build Good Habits & Break Bad Ones.