7 Mei 2024

Memahami Gangguan Makan: Mengenali Tanda, Merespons dengan Bijak, dan Mencegah Penipuan Klinis

Gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia adalah masalah serius yang dapat mempengaruhi fisik dan mental seseorang. Diagnosa yang tepat adalah langkah pertama dalam membantu seseorang yang menderita gangguan makan untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan. Namun, mengapa diagnosa gangguan makan sering kali salah? Mari kita telusuri beberapa alasan mengapa hal ini terjadi.

 

1. Stigma dan Ketidakpahaman

Salah satu alasannya adalah stigma sosial yang masih melekat pada gangguan makan. Banyak orang tidak sepenuhnya memahami bahwa gangguan makan adalah penyakit serius, bukan sekedar keinginan untuk menjadi kurus atau makan berlebihan. Ketidakpahaman ini dapat menyebabkan profesional kesehatan maupun orang biasa kesulitan mengidentifikasi gejala gangguan makan.

 

2. Kepentingan Pasien dalam Menyembunyikan Gangguan

Seringkali orang yang menderita bulimia atau anoreksia berusaha menyembunyikan gejala gangguan makan mereka. Mereka mungkin merasa malu atau takut untuk mengakui masalah yang mereka hadapi. Hal ini dapat membuat diagnosa menjadi lebih sulit karena profesional kesehatan tidak memiliki informasi yang cukup.

 

3. Diagnosis Ganda

Gangguan makan seringkali berhubungan dengan gangguan mental lainnya seperti depresi, kecemasan, atau gangguan obsesif-kompulsif. Ini disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk faktor genetik, neurologis, psikologis, dan lingkungan. Hubungan yang kompleks antara gangguan makan dan gangguan mental lainnya dapat membuat diagnosis menjadi lebih rumit dan membingungkan.

 

Misalnya, seseorang yang menderita anoreksia nervosa mungkin juga mengalami depresi yang berat. Gejala depresi, seperti perasaan sedih yang konstan, kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya menyenangkan, dan gangguan tidur, dapat menjadi lebih parah karena dampak dari kurangnya asupan makanan. Sebaliknya, gangguan makan seperti bulimia nervosa dapat berhubungan dengan kecemasan yang kuat, baik sebelum atau setelah perilaku muntah atau konsumsi makanan berlebih.

Diagnosis ganda, atau kondisi ketika seseorang menerima dua diagnosis sekaligus, sering kali diperlukan ketika seseorang mengalami gejala yang tumpang tindih dari dua atau lebih gangguan mental. Dalam kasus gangguan makan, diagnosis ganda menjadi lebih umum karena gejalanya sering kali berkaitan erat dengan gangguan mental lainnya.

Dalam jurnal referensi, penelitian dan diskusi tentang diagnosis ganda antara gangguan makan dan gangguan mental lainnya sering dijelaskan secara rinci. Ini meliputi penelitian tentang prevalensi diagnosis ganda, pengaruhnya terhadap perjalanan penyakit dan respons terhadap pengobatan, serta pendekatan terapeutik yang paling efektif dalam mengelola kondisi-kondisi ini secara bersamaan.

Penting untuk dicatat bahwa diagnosis ganda membutuhkan pendekatan yang komprehensif dalam evaluasi klinis. Ini memerlukan pemahaman yang mendalam tentang gejala dari masing-masing gangguan yang terlibat, serta penerapan kriteria diagnostik yang jelas dan konsisten. Terapi untuk diagnosis ganda sering melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari psikiater, psikolog, ahli gizi, dan terapis fisik, yang bekerja sama untuk merencanakan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan individu.

 

4. Variabilitas Gejala

Gejala gangguan makan dapat bervariasi secara signifikan antara individu. Misalnya, seseorang dengan bulimia mungkin tidak muntah, sementara yang lain melakukannya secara teratur. Seseorang dengan anoreksia mungkin memiliki berat badan yang sangat rendah, sementara yang lain mungkin memiliki berat badan yang tampak normal. Variabilitas ini bisa membuat diagnosa menjadi rumit.

 

5. Aspek Psikologis

Gangguan makan juga memiliki aspek psikologis yang rumit. Seseorang dengan bulimia atau anoreksia mungkin memiliki hubungan yang rumit dengan makanan, tubuh mereka, dan emosi mereka. Ini dapat membuat sulit untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasari gangguan makan dan mengapa gejalanya berkembang.

 

6. Evaluasi yang Tidak Cermat

Diagnosa yang akurat memerlukan evaluasi yang cermat oleh profesional kesehatan mental yang berpengalaman. Namun, terkadang evaluasi tersebut tidak dilakukan secara menyeluruh atau pasien tidak menceritakan semua gejalanya. Hal ini dapat mengarah pada diagnosa yang tidak tepat.

 

7. Perubahan Gejala dari Waktu ke Waktu

Gejala gangguan makan dapat berubah dari waktu ke waktu. Seseorang dengan anoreksia mungkin mengalami periode dimana mereka makan lebih banyak, dan sebaliknya. Perubahan ini dapat membuat diagnosa menjadi lebih sulit.

 

Mendiagnosa gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia bukanlah tugas yang mudah. Dalam konteks psikologi, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kesalahan dalam diagnosa, termasuk stigma sosial, ketidakpahaman, perubahan gejala, dan aspek psikologis yang kompleks. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang alasan di balik kesalahan diagnosa ini, kita dapat bekerja menuju pemahaman yang lebih baik dan perawatan yang lebih efektif bagi mereka yang membutuhkannya. Jadi, mari bersama-sama menghapus stigma dan meningkatkan pemahaman tentang gangguan makan agar kita dapat membantu orang yang memerlukan dukungan.

Biro psikologi Smile Consulting Indonesia menyediakan jasa psikotes untuk berbagai kebutuhan asesmen psikologi, baik untuk individu maupun perusahaan. Layanan kami dirancang untuk memberikan hasil yang akurat dan terpercaya.
 

Referensi : 

Faust, David. 2021. The Psychology of Diagnostic Error.


 

Artikel Terkait

8 Mei 2024
Dampak dari kesalahan diagnosa merupakan masalah serius yang sering terabaikan, tetapi memiliki efek yang mendalam pada kesehatan mental kita. Sebelum kita benar-benar masuk ke dalam pembahasan, mari...
7 Mei 2024
Gangguan mental adalah bagian dari kehidupan kita yang tidak boleh diabaikan. Seperti penyakit fisik, gangguan mental juga membutuhkan perhatian serius. Namun, ironisnya, banyak orang yang menderita g...
6 Mei 2024
Anak-anak dan remaja adalah makhluk yang unik. Mereka sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, seringkali tanda-tanda atau perilaku yang mereka tunjukkan bisa mengecoh bahkan yang...