21 Agustus 2024

Quality Time (Love Language)

Mengenal Quality Time Sebagai Love Language

 

Quality time adalah salah satu dari lima bahasa cinta, dan ini mengacu pada menunjukkan cinta dan kasih sayang dengan cara menghabiskan waktu khusus bersama. Bagi orang-orang yang bahasa cintanya adalah quality time, cara untuk menunjukkan perasaan sayang kepada pasangan adalah dengan menghabiskan waktu bersama. Bagi seseorang yang memiliki love language ini, menghabiskan waktu yang dimaksud tidak hanya sekadar duduk berdua dalam ruangan yang sama tetapi menghabiskan waktu tanpa gangguan atau distraksi dari luar dan hanya terfokus pada pasangan. Hal ini akan terasa istimewa dan sakral ketika pasangan benar-benar hadir dan menghabiskan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya. 

 

Ciri-Ciri Kamu Memiliki Love Language “Quality Time

Jika kamu menemukan sebagian besar dari pernyataan di bawah ini benar, mungkin quality time menjadi love language utama kamu, yaitu sebagai berikut : 

  1. Kamu merasa kesepian saat tidak memiliki waktu yang singkat dengan pasangan.
  2. Menghabiskan waktu bersama sangat penting bagimu, lebih dari kata-kata, hadiah, atau lainnya. 
  3. Kegiatan atau jadwal yang dibatalkan membuat kamu kesal.
  4. Waktu yang kamu habiskan bersama banyak untuk melakukan hal-hal, deep talk, atau jalan-jalan.
  5. Kamu merasa kesal atau merasa hubunganmu berubah karena tidak ada waktu untuk bertemu.
  6. Tidak didengarkan oleh pasangan membuat kamu tersakiti
  7. Kamu membagi waktu antara jam kerja dengan waktu untuk pasanganmu.
  8. Distraksi atau gangguan yang terjadi selama menghabiskan waktu bersama pasanganmu bisa membuat kamu marah.

 

Tips Menunjukkan Kasih Sayang Kepada Orang Dengan Love Language “Quality Time

Bagaimana cara menunjukkan cinta dan kasih sayang kepada seseorang yang love language-nya adalah quality time

  • Berusahalah untuk memiliki waktu bersama yang bermakna
  • Memulai dan mengakhiri hari bersama-sama
  • Menghindari gangguan saat kamu sedang bersama dengan pasangan
  • Memberikan perhatian penuh dan menjaga kontak mata ketika sedang berbicara
  • Tertarik dengan apa yang mereka katakan dan rasakan dengan mendengarkan secara aktif
  • Merencanakan waktu kencan secara teratur 
  • Hindari membatalkan acara yang sudah direncanakan
  • Memiliki ritual harian dan menemukan waktu untuk melakukan hal bersama-sama

 

Untuk mengetahui dan memahami love language kita atau pasangan itu penting, lho! Tentunya, supaya rasa cinta kita bisa tersampaikan ke pasangan kita. Kalo kamu ngerasa bingung buat nentuin bahasa cintamu, coba ikuti tes psikologi tentang love language. Hal ini dilakukan untuk kebaikan kamu dan pasangan supaya kamu bisa mengetahui love language kamu. Jangan khawatir karena tes psikologi ini sudah tersedia menggunakan Bahasa Indonesia agar mudah dipahami dan gratis. 

Namun, jika saat ini kamu sedang merasa kesulitan untuk menjalin hubungan dengan pasanganmu, kamu bisa mencoba melakukan konsultasi psikologi dengan seseorang yang lebih profesional, seperti psikolog. Kamu dapat melakukan konseling dan menyampaikan keresahanmu. Tetap Semangat!

Biro psikologi Smile Consulting Indonesia menyediakan jasa psikotes untuk berbagai kebutuhan asesmen psikologi, baik untuk individu maupun perusahaan. Layanan kami dirancang untuk memberikan hasil yang akurat dan terpercaya.

 

Referensi : 

Manoban, Bella. (2022). Mengenal Love Language Quality Time, Waktu Bersama Harus Berkualitas!. https://www.idntimes.com/life/relationship/seo-intern/apa-itu-quality-time-dan-contohnya?page=all

Regan, S. (2022). What It Means To Have Quality Time As A Love Language + How To Show Love This Way. https://www.mindbodygreen.com/articles/quality-time-as-love-language-meaning-tk-dating-tips

Artikel Terkait

30 Januari 2026
Konseling sering dipahami sebagai solusi utama ketika seseorang menghadapi masalah psikologis atau kebingungan hidup. Dalam banyak kasus, konseling memang menjadi ruang aman untuk memahami emosi, pola...
29 Januari 2026
Dalam dunia pengembangan diri, istilah konseling, coaching, dan mentoring sering digunakan secara bergantian, seolah-olah memiliki fungsi yang sama. Padahal, masing-masing pendekatan memiliki tujuan,...
28 Januari 2026
Dalam banyak budaya, termasuk di Indonesia, konseling masih kerap dipersepsikan sebagai pilihan terakhir bahkan sering dilekatkan dengan anggapan “tidak kuat” atau “tidak mampu menghadapi masalah send...