14 Oktober 2025

Apakah Hasil Tes Psikologi Bisa Berubah Seiring Waktu

Pendahuluan

Banyak orang bertanya-tanya, “Kalau saya ikut tes psikologi sekarang, apakah hasilnya akan sama kalau saya tes lagi beberapa tahun kemudian?” Pertanyaan ini wajar, karena tes psikologi sering digunakan untuk hal-hal penting: seleksi kerja, penentuan jurusan kuliah, hingga asesmen klinis. Lalu, apakah hasil tes psikologi bersifat tetap, atau bisa berubah seiring berjalannya waktu?

Faktor yang Stabil dan Tidak Berubah Cepat

Beberapa aspek psikologi relatif stabil sepanjang hidup seseorang. Kepribadian dasar, misalnya, umumnya cenderung konsisten. Studi longitudinal menunjukkan bahwa dimensi kepribadian Big Five dapat bertahan relatif stabil sejak usia dewasa, meskipun tetap ada perubahan kecil sesuai perkembangan usia. Begitu pula dengan kecerdasan umum (IQ) yang bersifat cukup stabil. Studi oleh Deary et al. (2000) menemukan bahwa skor IQ seseorang di masa kanak-kanak berkorelasi cukup tinggi dengan skor IQ di usia dewasa, menunjukkan adanya kestabilan jangka panjang.

Faktor yang Bisa Berubah Seiring Waktu

Meski ada aspek yang stabil, hasil tes psikologi bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor:

  • Pengalaman hidup dan pembelajaran → keterampilan sosial dan emosional dapat berkembang seiring pengalaman baru (Caspi et al., 2005).
  • Lingkungan dan pekerjaan → situasi kerja menantang bisa mengasah problem solving dan regulasi emosi.
  • Kesehatan mental dan fisik → stres, kecemasan, atau kelelahan dapat memengaruhi performa pada tes kognitif (Sandi, 2013).
  • Usia dan perkembangan → anak-anak dan remaja menunjukkan perubahan signifikan, karena otak masih berkembang pesat (Blakemore & Choudhury, 2006).

Kenapa Hasil Tes Bisa Berbeda?

Tes psikologi adalah alat ukur kondisi saat itu. Artinya, hasil tes menggambarkan potret psikologis seseorang pada momen tertentu. Jika seseorang dalam keadaan stres berat atau kurang tidur, hasil tesnya bisa berbeda dibanding ketika ia dalam kondisi sehat dan stabil.

Kesimpulan

Hasil tes psikologi bisa bersifat stabil pada aspek mendasar seperti kepribadian inti dan kecerdasan umum. Namun, hasil juga bisa berubah karena faktor lingkungan, pengalaman, kesehatan, maupun perkembangan usia. Karena itu, tes psikologi sebaiknya dipahami sebagai gambaran dinamis, bukan label permanen. Tes ulang justru bisa menjadi momen refleksi untuk melihat sejauh mana individu telah berkembang dan berubah dari waktu ke waktu.

Referensi

Blakemore, S. J., & Choudhury, S. (2006). Development of the adolescent brain: Implications for executive function and social cognition. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 47(3–4), 296–312.

Caspi, A., Roberts, B. W., & Shiner, R. L. (2005). Personality development: Stability and change. Annual Review of Psychology, 56, 453–484.

Deary, I. J., Whiteman, M. C., Starr, J. M., Whalley, L. J., & Fox, H. C. (2000). The impact of childhood intelligence on later life: Following up the Scottish Mental Surveys of 1932 and 1947. Journal of Personality and Social Psychology, 78(3), 486–504.

Roberts, B. W., Walton, K. E., & Viechtbauer, W. (2006). Patterns of mean-level change in personality traits across the life course: A meta-analysis of longitudinal studies. Psychological Bulletin, 132(1), 1–25.

Sandi, C. (2013). Stress and cognition. Wiley Interdisciplinary Reviews: Cognitive Science, 4(3), 245–261.

Artikel Terkait

26 Januari 2026
Perkembangan teknologi membawa asesmen psikologi ke ranah digital yang lebih cepat, praktis, dan mudah diakses. Tes online kini banyak digunakan dalam konteks pendidikan, rekrutmen, maupun pengembanga...
23 Januari 2026
Pendidikan inklusif menuntut pendekatan yang lebih manusiawi dan individual. Setiap anak datang ke ruang belajar dengan latar belakang, kemampuan, dan kebutuhan yang berbeda. Dalam konteks ini, psikot...
22 Januari 2026
Mengikuti tes psikologi seringkali disertai harapan tertentu tentang hasil yang akan diperoleh. Tidak jarang seseorang berharap hasil tes mengkonfirmasi gambaran diri yang selama ini diyakini. Namun,...