Pendahuluan
Dalam hidup, kita selalu berhubungan dengan orang lain, baik di keluarga, pertemanan, maupun dunia kerja. Namun, setiap orang punya cara berbeda dalam berinteraksi. Ada yang senang terlibat aktif, ada yang lebih suka mengatur, dan ada juga yang mengutamakan kedekatan emosional. Untuk memahami dinamika ini, psikolog William Schutz mengembangkan sebuah tes yang dikenal dengan nama FIRO-B (Fundamental Interpersonal Relations Orientation Behavior). Hingga kini, FIRO-B masih digunakan secara luas untuk meningkatkan efektivitas kerja tim, kepemimpinan, hingga hubungan pribadi.
Sejarah Singkat FIRO-B
FIRO-B pertama kali diperkenalkan pada tahun 1958 oleh William C. Schutz, seorang psikolog Amerika. Saat itu, tes ini dikembangkan untuk kepentingan Angkatan Laut AS dalam membentuk tim yang solid dan memahami dinamika interpersonal di lingkungan militer. Schutz percaya bahwa kebutuhan interpersonal manusia bisa dikelompokkan dalam tiga aspek utama: keterlibatan (inclusion), kendali (control), dan kasih sayang (affection). Melalui FIRO-B, ia berusaha menjawab pertanyaan penting: “Bagaimana kebutuhan interpersonal seseorang memengaruhi perilaku mereka dalam hubungan dengan orang lain?”
Tiga Dimensi Utama FIRO-B
FIRO-B mengukur tiga kebutuhan interpersonal yang dimiliki setiap individu:
Menariknya, setiap dimensi diukur dalam dua sisi:
Dengan begitu, FIRO-B membantu memahami bukan hanya bagaimana kita bertindak, tetapi juga apa yang kita butuhkan dari lingkungan sekitar.
Manfaat FIRO-B di Kehidupan Modern
Meski awalnya digunakan dalam konteks militer, kini FIRO-B banyak dipakai dalam berbagai bidang:
Kesimpulan
FIRO-B adalah salah satu tes psikologi yang sederhana namun memiliki dampak besar dalam membantu kita memahami hubungan interpersonal. Dengan menilai kebutuhan seseorang akan keterlibatan, kendali, dan keakraban, tes ini memberi gambaran bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain dan apa yang kita harapkan dari mereka. Hingga kini, FIRO-B tetap relevan sebagai alat pengembangan diri, kepemimpinan, maupun peningkatan efektivitas kerja tim.
Referensi
Furnham, A. (2008). Personality and Intelligence at Work: Exploring and Explaining Individual Differences at Work. Routledge.
Kaplan, R. M., & Saccuzzo, D. P. (2018). Psychological Testing: Principles, Applications, and Issues (9th ed.). Cengage Learning.
Schutz, W. C. (1958). FIRO: A Three-Dimensional Theory of Interpersonal Behavior. New York: Holt, Rinehart, & Winston.
Schutz, W. C. (1992). Beyond FIRO-B: Three New Theory-Derived Measures – Element B: Behavior, Element F: Feelings, Element S: Self. Consulting Psychologists Press.