13 Oktober 2025

Mengenal FIRO-B: Tes Psikologi untuk Memahami Hubungan Interpersonal

Pendahuluan

Dalam hidup, kita selalu berhubungan dengan orang lain, baik di keluarga, pertemanan, maupun dunia kerja. Namun, setiap orang punya cara berbeda dalam berinteraksi. Ada yang senang terlibat aktif, ada yang lebih suka mengatur, dan ada juga yang mengutamakan kedekatan emosional. Untuk memahami dinamika ini, psikolog William Schutz mengembangkan sebuah tes yang dikenal dengan nama FIRO-B (Fundamental Interpersonal Relations Orientation Behavior). Hingga kini, FIRO-B masih digunakan secara luas untuk meningkatkan efektivitas kerja tim, kepemimpinan, hingga hubungan pribadi.

Sejarah Singkat FIRO-B

FIRO-B pertama kali diperkenalkan pada tahun 1958 oleh William C. Schutz, seorang psikolog Amerika. Saat itu, tes ini dikembangkan untuk kepentingan Angkatan Laut AS dalam membentuk tim yang solid dan memahami dinamika interpersonal di lingkungan militer. Schutz percaya bahwa kebutuhan interpersonal manusia bisa dikelompokkan dalam tiga aspek utama: keterlibatan (inclusion), kendali (control), dan kasih sayang (affection). Melalui FIRO-B, ia berusaha menjawab pertanyaan penting: “Bagaimana kebutuhan interpersonal seseorang memengaruhi perilaku mereka dalam hubungan dengan orang lain?”

Tiga Dimensi Utama FIRO-B

FIRO-B mengukur tiga kebutuhan interpersonal yang dimiliki setiap individu:

  1. Inclusion (Keterlibatan)
    Menggambarkan sejauh mana seseorang ingin terlibat dalam kelompok sosial dan berinteraksi dengan orang lain.
  2. Control (Kendali)
    Menunjukkan kebutuhan seseorang untuk memimpin, memengaruhi, atau justru lebih nyaman diarahkan oleh orang lain.
  3. Affection (Keakraban/Kasih Sayang)
    Menggambarkan kebutuhan akan kedekatan emosional, hubungan hangat, dan keterbukaan perasaan dengan orang lain.

Menariknya, setiap dimensi diukur dalam dua sisi:

  • Expressed behavior : perilaku yang ditunjukkan ke orang lain.
  • Wanted behavior : perilaku yang diharapkan dari orang lain.

Dengan begitu, FIRO-B membantu memahami bukan hanya bagaimana kita bertindak, tetapi juga apa yang kita butuhkan dari lingkungan sekitar.

Manfaat FIRO-B di Kehidupan Modern

Meski awalnya digunakan dalam konteks militer, kini FIRO-B banyak dipakai dalam berbagai bidang:

  • Pengembangan diri: membantu mengenali gaya berinteraksi dan kebutuhan pribadi dalam hubungan.
  • Konseling & coaching: memberi wawasan tentang pola hubungan interpersonal, baik dalam konteks pribadi maupun profesional.
  • Organisasi & dunia kerja: dipakai untuk meningkatkan kerja sama tim, mengurangi konflik, serta menemukan gaya kepemimpinan yang paling sesuai.
  • Hubungan interpersonal: berguna untuk memahami perbedaan dalam keluarga, pasangan, maupun pertemanan, sehingga komunikasi lebih efektif.

Kesimpulan

FIRO-B adalah salah satu tes psikologi yang sederhana namun memiliki dampak besar dalam membantu kita memahami hubungan interpersonal. Dengan menilai kebutuhan seseorang akan keterlibatan, kendali, dan keakraban, tes ini memberi gambaran bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain dan apa yang kita harapkan dari mereka. Hingga kini, FIRO-B tetap relevan sebagai alat pengembangan diri, kepemimpinan, maupun peningkatan efektivitas kerja tim.

Referensi

Furnham, A. (2008). Personality and Intelligence at Work: Exploring and Explaining Individual Differences at Work. Routledge.

Kaplan, R. M., & Saccuzzo, D. P. (2018). Psychological Testing: Principles, Applications, and Issues (9th ed.). Cengage Learning.

Schutz, W. C. (1958). FIRO: A Three-Dimensional Theory of Interpersonal Behavior. New York: Holt, Rinehart, & Winston.

Schutz, W. C. (1992). Beyond FIRO-B: Three New Theory-Derived Measures – Element B: Behavior, Element F: Feelings, Element S: Self. Consulting Psychologists Press.

Artikel Terkait

26 Januari 2026
Perkembangan teknologi membawa asesmen psikologi ke ranah digital yang lebih cepat, praktis, dan mudah diakses. Tes online kini banyak digunakan dalam konteks pendidikan, rekrutmen, maupun pengembanga...
23 Januari 2026
Pendidikan inklusif menuntut pendekatan yang lebih manusiawi dan individual. Setiap anak datang ke ruang belajar dengan latar belakang, kemampuan, dan kebutuhan yang berbeda. Dalam konteks ini, psikot...
22 Januari 2026
Mengikuti tes psikologi seringkali disertai harapan tertentu tentang hasil yang akan diperoleh. Tidak jarang seseorang berharap hasil tes mengkonfirmasi gambaran diri yang selama ini diyakini. Namun,...