17 Oktober 2025

Mengukur Kecerdasan Lewat Stanford-Binet: Dari Anak hingga Dewasa

Stanford-Binet Intelligence Scales merupakan salah satu tes intelegensi paling tua dan berpengaruh dalam sejarah psikologi. Tes ini awalnya dikembangkan oleh Alfred Binet dan Théodore Simon di Prancis pada tahun 1905 untuk mengidentifikasi anak yang membutuhkan dukungan pendidikan khusus. Kemudian, Lewis Terman dari Universitas Stanford menyempurnakan dan menyesuaikan tes ini untuk digunakan di Amerika Serikat pada tahun 1916. Dari sinilah lahir nama Stanford-Binet. Hingga kini, tes ini terus direvisi, dengan edisi terbaru yaitu Stanford-Binet Fifth Edition (SB5).

Stanford-Binet menilai lima faktor utama dalam kecerdasan:

  1. Pemahaman verbal (verbal comprehension) – kemampuan memahami, menggunakan, dan mengekspresikan bahasa.
  2. Penalaran kuantitatif (quantitative reasoning) – kemampuan berpikir logis dalam konteks angka dan matematika.
  3. Memori kerja (working memory) – kapasitas untuk menyimpan dan memproses informasi jangka pendek.
  4. Keterampilan visual-spasial (visual-spatial processing) – kemampuan memahami pola, bentuk, dan hubungan visual.
  5. Penalaran berbasis pengetahuan (knowledge reasoning) – kemampuan menggunakan informasi yang telah dipelajari untuk memecahkan masalah.

Tes ini dapat digunakan pada berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Dalam praktiknya, Stanford-Binet bermanfaat untuk:

  • Mengidentifikasi anak berbakat (gifted).
  • Mendeteksi kesulitan belajar atau gangguan perkembangan.
  • Memberikan gambaran fungsi kognitif pada individu dengan kondisi medis tertentu.
  • Menjadi dasar evaluasi akademik maupun neuropsikologis.

Keunggulan utama Stanford-Binet adalah kemampuannya memberikan skor IQ umum sekaligus profil detail kemampuan kognitif individu. Dengan validitas dan reliabilitas yang tinggi, tes ini tetap menjadi salah satu standar emas dalam pengukuran inteligensi lebih dari satu abad sejak pertama kali diperkenalkan. Sebagai bagian dari pusat asesmen Indonesia, biro psikologi Smile Consulting Indonesia menghadirkan solusi asesmen psikologi dan psikotes online berkualitas tinggi untuk kebutuhan evaluasi yang komprehensif.

Referensi 

Roid, G. H. (2003). Stanford-Binet Intelligence Scales, Fifth Edition (SB5). Itasca, IL: Riverside Publishing.

Terman, L. M. (1916). The measurement of intelligence. Boston, MA: Houghton Mifflin.

Kaplan, R. M., & Saccuzzo, D. P. (2017). Psychological testing: Principles, applications, and issues (9th ed.). Boston, MA: Cengage Learning.

Artikel Terkait

26 Januari 2026
Perkembangan teknologi membawa asesmen psikologi ke ranah digital yang lebih cepat, praktis, dan mudah diakses. Tes online kini banyak digunakan dalam konteks pendidikan, rekrutmen, maupun pengembanga...
23 Januari 2026
Pendidikan inklusif menuntut pendekatan yang lebih manusiawi dan individual. Setiap anak datang ke ruang belajar dengan latar belakang, kemampuan, dan kebutuhan yang berbeda. Dalam konteks ini, psikot...
22 Januari 2026
Mengikuti tes psikologi seringkali disertai harapan tertentu tentang hasil yang akan diperoleh. Tidak jarang seseorang berharap hasil tes mengkonfirmasi gambaran diri yang selama ini diyakini. Namun,...