Keluarga adalah tempat pertama seseorang belajar tentang kasih sayang, komunikasi, dan nilai-nilai kehidupan. Di dalam keluarga, individu membentuk cara berpikir, mengelola emosi, serta berinteraksi dengan orang lain. Karena itu, kualitas fungsi keluarga sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental, perkembangan anak, dan keharmonisan hubungan antaranggota keluarga. Namun, muncul pertanyaan penting: bagaimana kita dapat menilai apakah sebuah keluarga berfungsi dengan baik?
Untuk menjawab hal tersebut, para peneliti di Indonesia mengembangkan sebuah alat ukur khusus yang disebut Family Function Scale (FFS) versi Indonesia.
Selama ini, sebagian besar alat ukur fungsi keluarga dikembangkan di luar negeri dan belum tentu sesuai dengan budaya Indonesia. Padahal, pola komunikasi, nilai kebersamaan, serta peran antaranggota keluarga di Indonesia memiliki karakteristik yang khas. Menyadari hal ini, Lubis, Hinduan, Jatnika, Baydhowi, dan Agustiani (2023) melakukan penelitian untuk mengadaptasi Family Function Scale agar sesuai dengan konteks sosial dan budaya masyarakat Indonesia.
Family Function Scale adalah kuesioner psikologis yang dirancang untuk menilai sejauh mana sebuah keluarga mampu menjalankan fungsi-fungsi pentingnya. Skala ini menilai berbagai aspek seperti dukungan emosional antaranggota keluarga, keterbukaan dalam berkomunikasi, kemampuan bekerja sama menghadapi masalah, serta pemenuhan kebutuhan fisik dan psikologis.
Melalui sejumlah pernyataan sederhana, alat ini membantu menggambarkan apakah suatu keluarga berfungsi secara sehat atau justru mengalami hambatan dalam interaksi sehari-hari.
Dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of Family Issues, proses adaptasi FFS melibatkan beberapa tahapan penting. Tahap pertama adalah penerjemahan dan penyesuaian budaya agar setiap butir pertanyaan relevan dengan kehidupan keluarga Indonesia. Selanjutnya dilakukan uji coba kepada sejumlah responden untuk memastikan skala ini mudah dipahami dan dapat digunakan secara efektif.
Tahap terakhir adalah analisis psikometrik untuk menguji reliabilitas, yaitu sejauh mana hasil pengukuran konsisten, dan validitas, yaitu apakah instrumen benar-benar mengukur fungsi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Family Function Scale versi Indonesia memiliki kualitas yang baik dan layak digunakan sebagai alat asesmen psikologis.
Keberadaan FFS versi Indonesia memberikan manfaat besar bagi praktisi dan masyarakat. Bagi psikolog, konselor, maupun peneliti, alat ini menjadi sarana yang akurat untuk memahami dinamika keluarga dan menilai kesehatan hubungan antaranggota. Dengan FFS, para profesional dapat mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin mengganggu keharmonisan keluarga dan merancang intervensi yang lebih tepat sasaran.
Bagi masyarakat, hasil pengukuran FFS dapat menjadi dasar refleksi untuk memperbaiki pola komunikasi, meningkatkan dukungan emosional, serta memperkuat hubungan antaranggota keluarga.
Kehadiran Family Function Scale versi Indonesia merupakan langkah penting dalam memahami dan meningkatkan kualitas kehidupan keluarga di tanah air. Dengan alat ukur yang relevan secara budaya, kita dapat melihat dengan lebih jelas bagaimana keluarga berfungsi, serta apa yang perlu diperkuat agar setiap anggotanya dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat, harmonis, dan penuh dukungan.
Biro Psikologi Smile Consulting Indonesia menyediakan layanan psikotes dan asesmen psikologis untuk individu maupun perusahaan. Setiap layanan dirancang dengan pendekatan profesional dan hasil yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.
Referensi
Lubis, R., Hinduan, Z. R., Jatnika, R., Baydhowi, & Agustiani, H. (2023). Development of the Family Function Scale: Indonesia Version. Journal of Family Issues, 45(7), 1611–1632.