25 November 2025

HEXACO Personality Test: Menyelami Enam Wajah Kepribadian Manusia

Personality is the pattern of thoughts, feelings, and behaviors that makes each person unique.”

— American Psychological Association


 

Asal-Usul: Dari Lima Menjadi Enam

 

Pada awalnya, dunia psikologi kepribadian berpegang pada model terkenal bernama The Big Five Personality Traits — lima dimensi besar yang diyakini mampu menggambarkan sifat dasar manusia: Openness, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, dan Neuroticism. Namun, pada tahun 2000, dua profesor psikologi asal Kanada, Kibeom Lee dan Michael C. Ashton, menemukan sesuatu yang menarik dari penelitian lintas bahasa dan budaya.

 

Dalam banyak bahasa di luar Inggris, muncul satu dimensi tambahan yang tidak tergambar dalam model lima besar: Honesty–Humility, atau kejujuran dan kerendahan hati. Dari sinilah lahir model baru bernama HEXACO, sebuah akronim dari enam dimensi yang dikandungnya: Honesty-Humility, Emotionality, eXtraversion, Agreeableness, Conscientiousness, dan Openness to Experience. Penemuan ini bukan hanya soal menambah satu huruf, tetapi menambah cara baru memahami manusia — bahwa moralitas, kesederhanaan, dan ketulusan adalah fondasi penting dari kepribadian, bukan sekadar pelengkap sosial.


 

Enam Dimensi Utama Kepribadian

 

Setiap dimensi dalam HEXACO adalah jendela yang menyingkap sisi berbeda dari diri manusia:

 

-  Honesty–Humility

Mereka yang tinggi pada dimensi ini cenderung tulus, tidak manipulatif, tidak serakah, dan tidak merasa lebih unggul dari orang lain. Sementara yang rendah sering kali haus akan kekuasaan, status, dan keuntungan pribadi. Ini adalah aspek moral yang membuat seseorang menolak menipu, bahkan ketika tidak ada yang melihat.

 

-  Emotionality

Menggambarkan seberapa dalam seseorang merasakan empati, ketakutan, dan ikatan emosional. Skor tinggi di sini lebih mudah tersentuh dan membutuhkan dukungan emosional, sementara yang rendah lebih mandiri dan tahan tekanan.

 

-  Extraversion (Ekstraversi): 

Individu dengan skor tinggi biasanya hangat, bersemangat, dan merasa hidup di tengah keramaian. Sebaliknya, mereka yang rendah mungkin merasa lelah oleh interaksi sosial dan lebih nyaman dalam keheningan.

 

-  Agreeableness (Keramahan dan Kesabaran): 

Ini adalah kemampuan untuk memaafkan, berkompromi, dan menahan amarah. Individu dengan skor rendah sering kali keras kepala, mudah tersinggung, dan sulit mengampuni.

 

-  Conscientiousness (Kehati-hatian dan Kedisiplinan): 

Dimensi ini terkait dengan ketelitian, keteguhan, dan keteraturan. Skor tinggi tinggi di sini cenderung perfeksionis dan bertanggung jawab, sedangkan yang rendah lebih impulsif dan mudah menyerah.

 

-  Openness to Experience (Keterbukaan terhadap Pengalaman): 

Mereka yang dapat skor tinggi memiliki imajinasi luas, cinta akan seni, dan haus akan ide-ide baru. Yang rendah cenderung berpikir konvensional dan kurang tertarik pada hal-hal abstrak.


 

Lebih dari Sekadar Tes

 

Tes kepribadian HEXACO Personality Inventory mengukur enam dimensi ini melalui pernyataan sederhana seperti, “Saya sering pergi berjalan-jalan” atau “Saya suka menonton televisi.” Hasilnya dianalisis secara komputerisasi untuk memetakan kecenderungan kepribadian seseorang, bukan untuk memberi label, melainkan untuk membantu mengenal diri sendiri. 

 

Dalam dunia profesional, HEXACO digunakan untuk psikoterapi, asesmen karier, hingga penelitian lintas budaya. Para terapis, misalnya, dapat memahami bagaimana seseorang menghadapi stres atau berinteraksi dengan lingkungannya, sehingga pendekatan terapi bisa disesuaikan secara lebih manusiawi.


 

Makna dan Manfaatnya

 

Bagi individu, memahami hasil HEXACO bisa menjadi jendela refleksi. Seseorang mungkin sadar bahwa “keramahan” bukan sekadar sikap lembut, tapi juga kemampuan menahan ego; atau bahwa “keterbukaan” tidak selalu berarti eksentrik, melainkan keberanian untuk melihat dunia dari sudut pandang baru. Bagi ilmuwan, HEXACO menawarkan lensa baru dalam memahami perilaku etis, empati, bahkan keputusan moral. Studi menunjukkan bahwa orang dengan skor tinggi pada Honesty–Humility dan Openness lebih cenderung berperilaku pro-lingkungan, sementara mereka dengan skor tinggi pada Conscientiousness sering memiliki kinerja akademik dan profesional yang lebih stabil.


 

Kritik dan Batasan

 

Namun, seperti semua model psikologi, HEXACO bukan tanpa cela. Kritik datang dari isu perbedaan budaya, bahwa perilaku yang dianggap rendah hati di satu negara bisa dianggap pasif di negara lain. Misalnya, seseorang dari Jepang yang sopan bisa tampak “kurang percaya diri” jika dinilai melalui kacamata budaya Barat. Selain itu, tes ini tetap bersifat self-report, tergantung pada seberapa jujur seseorang menjawab. Ada pula risiko “social desirability bias”, di mana peserta cenderung menjawab dengan cara yang terlihat baik di mata orang lain. Dan yang paling penting, seperti diingatkan oleh psikolog Michele Goldman, hasil tes kepribadian bukanlah vonis tetap. Kepribadian manusia hidup, tumbuh, dan berubah, sebagaimana waktu membentuk siapa kita menjadi hari ini.


 

Warisan Pemikiran

 

Kini, HEXACO menjadi salah satu kerangka teori kepribadian yang paling banyak digunakan di dunia. Ia membawa warna baru bagi psikologi modern — memadukan sains dengan sisi moral manusia yang sering kali diabaikan. Lee dan Ashton membuktikan bahwa memahami manusia bukan hanya tentang perilaku dan emosi, tapi juga tentang kejujuran, niat baik, dan kerendahan hati — kualitas yang menjadikan kita, pada akhirnya, benar-benar manusia.


 

Biro psikologi Smile Consulting Indonesia menyediakan jasa psikotes untuk berbagai kebutuhan asesmen psikologi, baik untuk individu maupun perusahaan. Layanan kami dirancang untuk memberikan hasil yang akurat dan terpercaya.


 

Referensi:

 

Ashton, Michael C., et al. “The HEXACO Honesty-Humility, Agreeableness, and Emotionality Factors.” Personality and Social Psychology Review, vol. 18, no. 2, 26 Feb. 2014, pp. 139–152, https://doi.org/10.1177/1088868314523838.

 

Bashiri, Hassan, et al. “A Study of the Psychometric Properties and the Standardization of HEXACO Personality Inventory.” Procedia - Social and Behavioral Sciences, vol. 30, 2011, pp. 1173–1176, https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2011.10.228.

 

Patel, Brina. “What Is the HEXACO Personality Test?” Verywell Mind, 7 July 2023, www.verywellmind.com/what-is-the-hexaco-personality-test-5442896.

Artikel Terkait

26 Januari 2026
Perkembangan teknologi membawa asesmen psikologi ke ranah digital yang lebih cepat, praktis, dan mudah diakses. Tes online kini banyak digunakan dalam konteks pendidikan, rekrutmen, maupun pengembanga...
23 Januari 2026
Pendidikan inklusif menuntut pendekatan yang lebih manusiawi dan individual. Setiap anak datang ke ruang belajar dengan latar belakang, kemampuan, dan kebutuhan yang berbeda. Dalam konteks ini, psikot...
22 Januari 2026
Mengikuti tes psikologi seringkali disertai harapan tertentu tentang hasil yang akan diperoleh. Tidak jarang seseorang berharap hasil tes mengkonfirmasi gambaran diri yang selama ini diyakini. Namun,...