27 Mei 2025

Perubahan Peran Ayah dan Beban Mental

Tak  Lagi Hanya Menjadi Tulang Punggung Keluarga Inilah Peranan Ayah di Zaman Now!

 

Beban mental seringkali menjadi hal yang terabaikan, terutama ketika kita berbicara tentang peran seorang ayah dalam keluarga. Namun, seiring perubahan peran dan tuntutan zaman, beban mental yang dialami oleh para ayah pun semakin kompleks dan berat. Mari kita telusuri lebih dalam tentang hal ini.
 

Dulu, konsep ayah sebagai tulang punggung keluarga yang kuat dan tangguh begitu melekat dalam budaya kita. Namun, zaman telah mengubah pandangan ini. Saat ini, peran ayah tidak lagi terbatas pada sekadar mencari nafkah, tetapi juga meluas menjadi sosok yang terlibat secara aktif dalam kehidupan keluarga. Mereka terlibat dalam setiap tahap perkembangan anak-anak mereka, dari mengurus bayi hingga mendukung pasangan dalam pencapaian karir mereka. Perubahan ini mencerminkan evolusi peran gender dalam masyarakat modern di mana keterlibatan ayah dalam tugas-tugas rumah tangga dan perawatan anak semakin diapresiasi.
 

Ayah modern harus menghadapi tekanan dari lingkungan dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Di era dimana segalanya berjalan begitu cepat dan kompetitif, ayah sering merasa tertekan untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan kebutuhan pribadi mereka. Tidak jarang, dorongan untuk menjadi 'ayah sempurna' yang selalu hadir untuk keluarga, sukses dalam karir, dan tetap menjaga kesehatan fisik dan mental mereka menjadi sumber stres yang besar. 
 

Dampak Kesehatan Mental
 

Beban mental yang terus-menerus dapat memiliki dampak serius pada kesehatan mental seorang ayah. Dari kelelahan kronis hingga depresi dan kecemasan, beban ini dapat memicu masalah kesehatan mental yang lebih serius jika tidak ditangani dengan baik. Rasa frustasi karena tidak mampu memenuhi semua ekspektasi dan tuntutan dapat mengakibatkan perasaan rendah diri dan kehilangan motivasi.
 

Cara Menghadapi Beban Mental
 

Mengelola beban mental adalah kunci untuk tetap sehat secara emosional dan psikologis sebagai seorang ayah. Penting bagi mereka untuk menyadari pentingnya merawat kesehatan mental mereka sendiri. Ini termasuk mencari dukungan dari pasangan, berbagi tugas dalam keluarga, dan memberikan waktu untuk diri sendiri. Tidak ada yang salah dengan meminta bantuan profesional jika diperlukan. Berbicara dengan seorang terapis atau konselor dapat memberikan wawasan baru dan strategi coping yang efektif.
 

Sebagai seorang ayah, menghadapi beban mental adalah bagian yang tak terpisahkan dari peran mereka dalam keluarga modern. Namun, dengan kesadaran akan tantangan ini dan langkah-langkah yang tepat, setiap ayah dapat mengatasi beban ini dan menjadi sosok yang kuat dan mendukung bagi keluarga mereka. 

 

Sebagai biro psikologi terpercaya, Smile Consulting Indonesia adalah vendor psikotes yang juga menyediakan layanan psikotes online dengan standar profesional tinggi untuk mendukung keberhasilan asesmen Anda.
 

Referensi: 

Michie, D. (2020). The mindful dad: Simple practices to help you stress less, connect more, and enjoy fatherhood

James, S. (2017). The fatherhood principle: 10 powerful principles that will change your life and your family
 

Artikel Terkait

30 Januari 2026
Konseling sering dipahami sebagai solusi utama ketika seseorang menghadapi masalah psikologis atau kebingungan hidup. Dalam banyak kasus, konseling memang menjadi ruang aman untuk memahami emosi, pola...
29 Januari 2026
Dalam dunia pengembangan diri, istilah konseling, coaching, dan mentoring sering digunakan secara bergantian, seolah-olah memiliki fungsi yang sama. Padahal, masing-masing pendekatan memiliki tujuan,...
28 Januari 2026
Dalam banyak budaya, termasuk di Indonesia, konseling masih kerap dipersepsikan sebagai pilihan terakhir bahkan sering dilekatkan dengan anggapan “tidak kuat” atau “tidak mampu menghadapi masalah send...