13 Mei 2024

Kerumitan Gangguan Komorbiditas dalam Diagnosa Psikologis: Tantangan dan Solusi

Ketika kita berbicara tentang kesehatan mental, terkadang hal tersebut dapat lebih rumit daripada yang kita kira. Diagnosa dalam psikologi tidak selalu seperti memecahkan teka-teki sederhana. Terkadang, ada lebih dari satu "teka-teki" yang harus kamu selesaikan sekaligus. Nah, itu yang disebut dengan gangguan komorbiditas karena dinyatakan sebagai ‘sosok’ menyulitkan proses diagnosa yang akurat muncul.

Sebelum kita membahas lebih lanjut, mari kita definisikan terlebih dahulu apa itu gangguan komorbiditas. Gangguan komorbiditas adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana seseorang mengalami dua atau lebih gangguan mental atau fisik secara bersamaan. Dalam konteks ini, kita akan fokus pada gangguan komorbiditas dalam dunia psikologi.

 

Ketika Masalah Bertumpuk

Bayangkan kamu adalah seorang detektif yang mencoba memecahkan misteri. Masing-masing gangguan mental seperti teka-teki yang berbeda. Kadang-kadang, kamu harus menyelesaikan satu masalah sebelum beralih ke yang lain. Namun, ketika gangguan komorbiditas hadir, seolah-olah teka-teki tersebut berpotongan dan saling terkait. Ini bisa sangat membingungkan, bukan?

Misalnya, seseorang mungkin mengalami depresi dan kecemasan secara bersamaan. Gejala-gejala dari kedua gangguan ini bisa tumpang tindih. Rasa cemas bisa menjadi bagian dari depresi, dan sebaliknya. Ini membuat proses diagnosa menjadi seperti mencoba memilah benang kusut.

 

Masalah Gejala Serupa 

Masalah lainnya ketika menghadapi gangguan komorbiditas adalah adanya gejala yang mirip antara berbagai gangguan. Contohnya, gangguan bipolar dan gangguan kepribadian borderline memiliki beberapa gejala yang serupa, seperti perubahan mood yang ekstrim. Ini bisa menyesatkan bagi para profesional kesehatan mental yang mencoba mendiagnosa seseorang.

 

Tidak Semua yang Terlihat Adalah Yang Terlihat

Ada juga kasus di mana seseorang mungkin mencoba menyembunyikan salah satu gangguan mereka. Ini dapat membingungkan proses diagnosa lebih lanjut. Seseorang yang menderita gangguan makan mungkin berusaha menyembunyikan perilaku makan yang tidak sehat, membuatnya sulit bagi profesional untuk melihat masalah sebenarnya.

Kita harus selalu mengingat bahwa apa yang tampak dari luar tidak selalu mencerminkan apa yang terjadi di dalam. Seperti pepatah lama yang mengingatkan kita, "Jangan menilai buku dari sampulnya."

 

Cara Menghadapi Gangguan Komorbiditas

Menghadapi gangguan komorbiditas adalah tantangan, baik bagi individu yang mengalaminya maupun bagi para profesional kesehatan mental yang mencoba memberikan bantuan. Tapi, tidak perlu putus asa! Ada cara untuk mengatasi kompleksitas ini.

Pertama, komunikasi yang baik antara pasien dan profesional sangat penting. Terbuka dan jujur ​​tentang gejala dan pengalaman yang kamu alami adalah langkah pertama menuju diagnosa yang lebih akurat.

Kedua, penting untuk menyadari bahwa diagnosa adalah alat untuk membantu, bukan untuk menilai atau mencap. Tujuannya adalah untuk memahami dan merencanakan perawatan yang sesuai.

Terakhir, kesabaran adalah kunci. Proses diagnosa dalam kasus gangguan komorbiditas mungkin memakan waktu lebih lama daripada yang diharapkan. Tidak apa-apa untuk mencoba berbagai pendekatan atau melibatkan lebih dari satu profesional kesehatan mental dalam proses ini.

Kehadiran gangguan komorbiditas dalam psikologi adalah tantangan yang nyata, tetapi bukan akhir dari segalanya. Ini seperti memecahkan teka-teki yang rumit, yang mungkin memerlukan beberapa upaya untuk kamu selesaikan. Dengan dukungan yang tepat dan kerja sama antara pasien dan profesional kesehatan mental, kita dapat mengatasi kompleksitas ini dan menuju perjalanan pemulihan yang lebih baik. Ingatlah, kita semua unik, begitu juga dengan pengalaman kita dalam menghadapi gangguan mental. Jadi, jangan pernah ragu untuk mencari bantuan jika kamu atau seseorang yang kamu kenal menghadapi masalah psikologis. Bersama-sama, kita bisa mengatasi setiap teka-teki yang ada! Smile Consulting Indonesia adalah Biro Psikologi terbaik di Indonesia yang siap membantu kamu dalam perjalanan menuju pemulihan yang lebih baik.

Sebagai bagian dari pusat asesmen Indonesia, biro psikologi Smile Consulting Indonesia menghadirkan solusi asesmen psikologi dan psikotes online berkualitas tinggi untuk kebutuhan evaluasi yang komprehensif.
 

Referensi : 

Trull, J. Timothy & Conoley, E. David. 2023. Diagnosis Error in Psychology: Causes, Consequences, and Prevention.


 

Artikel Terkait

14 Mei 2024
Apakah kamu pernah bertanya-tanya mengapa beberapa kondisi psikologis lebih sering didiagnosis pada satu gender daripada yang lain? Ini adalah pertanyaan menarik yang telah menjadi subjek penelitian y...
13 Mei 2024
Ketika kamu membayangkan seorang profesional dalam bidang psikologi yang sangat berpengalaman dan berkualifikasi, mungkin kamu berpikir bahwa mereka memiliki penilaian yang sepenuhnya objektif. Namun,...
10 Mei 2024
Apakah kamu pernah mendengar pepatah lama yang mengatakan, "Kata-kata bisa membuat atau merusak"? Pepatah ini memiliki makna yang dalam, terutama ketika kita membicarakan bagaimana kesalahan diagnosa...