Ketika kamu membayangkan seorang profesional dalam bidang psikologi yang sangat berpengalaman dan berkualifikasi, mungkin kamu berpikir bahwa mereka memiliki penilaian yang sepenuhnya objektif. Namun, kenyataannya adalah, seorang profesional pun tidak terlepas dari pengaruh bias kognitif dan sosial dalam proses diagnosa.
Bias Kognitif dalam Psikologi: Pengaruh Terhadap Pemahaman Profesional Terhadap Klien
Bias kognitif dapat dianggap sebagai cara pemikiran kita yang "curang" dalam mengolah informasi. Hal ini terjadi ketika kita secara tidak sadar memproses informasi dengan cara yang tidak objektif, sehingga pengambilan keputusan kita bisa terpengaruh. Dalam dunia psikologi, bias kognitif dapat mempengaruhi bagaimana seorang profesional memahami dan merespons klien mereka.
1. Konfirmasi
Salah satu bias yang paling umum adalah bias konfirmasi, di mana seorang profesional mungkin cenderung mencari atau mengutamakan informasi yang mendukung penilaian awal mereka. Misalnya, jika seorang psikolog memiliki prasangka tertentu tentang masalah klien, mereka mungkin lebih cenderung mencari bukti yang mendukung prasangka tersebut.
2. Efek Halo
Bias ini terjadi saat satu aspek baik atau buruk dari klien membuat sulit untuk menilai aspek lainnya. Misalnya, jika klien terlihat sangat ramah, seorang profesional mungkin melewatkan tanda-tanda lain yang menunjukkan masalah potensial.
Bias Sosial: Terjebak dalam Norma Sosial
Bias sosial adalah pengaruh norma sosial dan budaya yang dapat memengaruhi bagaimana seorang profesional mengevaluasi klien mereka. Dalam hal ini, norma sosial dapat menciptakan ekspektasi yang tidak realistis atau prasangka yang tidak disadari terhadap kelompok tertentu.
1. Bias Gender
Terkadang, seorang profesional dapat memiliki ekspektasi yang berbeda terhadap klien berdasarkan jenis kelamin mereka. Ini dapat memengaruhi diagnosa dan rekomendasi yang diberikan.
2. Bias Sosial-Ekonomi
Seorang profesional mungkin tidak sadar mempertimbangkan status sosial atau ekonomi klien dalam penilaian mereka, yang dapat mengarah pada perbedaan dalam rekomendasi perawatan.
Dampak Bias pada Diagnosa Psikologis
Penting untuk diingat bahwa bias kognitif dan sosial bukanlah tindakan yang disengaja oleh seorang profesional. Namun, memahami dampaknya adalah langkah pertama dalam mengurangi pengaruhnya pada diagnosa psikologis. Beberapa dampak utama bias ini pada proses diagnosa adalah:
Oleh karena itu, mencari pendapat dari rekan seprofesi atau mengajak klien berpartisipasi aktif dalam proses diagnosa dapat membantu mengurangi bias. Dalam dunia psikologi, tidak ada profesional yang benar-benar bebas dari bias kognitif dan sosial. Namun, dengan kesadaran diri, pendidikan, dan kerja sama, kita dapat mengurangi pengaruh bias ini dalam proses diagnosa. Dengan demikian, kita dapat memberikan perawatan yang lebih akurat dan berpusat pada kebutuhan klien, membantu mereka mencapai kesejahteraan mental yang lebih baik. Semoga pemahaman tentang bias ini akan membantu meningkatkan kualitas pelayanan psikologis di masa depan.
Biro psikologi Smile Consulting Indonesia dikenal sebagai pusat asesmen Indonesia yang memberikan berbagai layanan, termasuk jasa psikotes dan asesmen individu, dengan proses yang efisien dan hasil mendalam.
Referensi :
Faust, David. 2021. The Psychology of Diagnostic Error.