16 Oktober 2025

Tes MMPI : Mengenal Alat Ukur Kepribadian yang Paling Banyak Digunakan

Tes Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) merupakan salah satu alat tes psikologi yang paling terkenal dan banyak digunakan di dunia untuk mengukur aspek kepribadian serta mendeteksi adanya gangguan psikologis.

Dikembangkan pada tahun 1940 oleh Starke Hathaway dan J. C. McKinley, MMPI dirancang untuk membantu profesional psikologi dalam menilai kondisi mental individu secara objektif. Seiring perkembangan zaman, tes ini terus diperbarui hingga versi terbaru yang dikenal sebagai MMPI-2 dan MMPI-2 RF. MMPI didesain pada tahun 1930–1940 sebagai sebuah desain instrumen psikologi yang kompleks untuk mendiagnosa pasien untuk dikategorikan dalam neuroses dan psychosis (Duckworth, 1979). MMPI terdiri dari 8 skala (skala 1-4, skala 6-9). Dua skala tambahan (5 & 0) telah ditambahkan ke dalam skala klinis. 

Jenis tes MMPI yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah MMPI edisi ke 2 yang diterbitkan pada tahun 1989 adaptasi Indonesia dimana tes MMPI ini sudah lebih disempurnakan dengan adanya penambahan jenis skala. MMPI Edisi ke dua ini memiliki memiliki 3 set skala yaitu skala validitas, skala klinis dan skala penelitian. Skala validitas ini digunakan untuk mengukur mood dan untuk mengetahui sikap pasien ketika menjalankan tes. Skala klinikal untuk mengetahui masalah tentang seseorang. Dan yang terakhir skala penelitian digunakan untuk mengukur area bermasalah atau kekurangan dan juga untuk mengukur kelebihan dari seseorang.

Yang diukur dalam MMPI

Dalam MMPI-2 mengukur psikopatologi orang dewasa dengan memberikan gambaran tentang dimensi-dimensi kepribadian psikologi yang penting dalam klinik psikiatri secara akurat.

Fungsi utama MMPI

  1. Klinis: membantu psikolog/psikiater mendiagnosis gangguan keperibadian atau kondisi psikologis tertentu
  2. Recruitment & Seleksi Kerja: digunakan dalam prrses seleksi di bidang yang membutuhkan stabilitas emosi tinggi, seperti kepolisian, militer, atau penerbangan.
  3. Penelitian: menjadi alat ukur standar dalam penelitian psikologi terkait kepribadian dan gangguan mental.
     

Kelebihan tes MMPI

  1. Validitas tinggi karena dilengkapi skala kejujuran untuk mendeteksi jawaban yang tidak konsisten
  2. Mencakup berbagai aspek psikologis sehingga hasilnya komprehensif.

Kesimpulan

Tes MMPI merupakan salah satu alat tes psikologi yang penting dan bermanfaat untuk memahami kondisi psikologis seseorang secara mendalam. Meski demikian, interpretasi hasil tes hanya boleh dilakukan oleh psikolog yang berkompeten, agar hasilnya tepat dan dapat digunakan secara etis. Sebagai bagian dari pusat asesmen Indonesia, biro psikologi Smile Consulting Indonesia menghadirkan solusi asesmen psikologi dan psikotes online berkualitas tinggi untuk kebutuhan evaluasi yang komprehensif.

 

Sumber:

Butcher, J. N., Graham, J. R., Ben-Porath, Y. S., Tellegen, A., Dahlstrom, W. G., & Kaemmer, B. (2001). MMPI-2: Minnesota Multiphasic Personality Inventory-2 Manual for Administration, Scoring, and Interpretation. University of Minnesota Press.

Putra, M. F. S., Susilo, B., & Puspitaningrum, D. (2016). Sistem Pakar Minesota Multiphasic Personality Inventory (Tes MMPI) dengan Algoritma Certainty Factor untuk Menentukan Karakter Psikopatologi Seseorang. Jurnal Rekursif4(2), 130-139.

Setyogomo, A. A., Rusdianto, D. S., & Fanani, L. (2019). Pembangunan sistem interpretasi hasil tes mmpi (minnesota multiphasic personality inventory) di lembaga psikologi metaprogress. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer3(6), 5506-5513.


 

Artikel Terkait

28 Oktober 2025
Pendahuluan Dalam dunia psikologi, cara seseorang memilih, menolak, atau tertarik pada sesuatu sering kali dapat mengungkap bagian terdalam dari kepribadiannya. Salah satu alat yang dikembangkan untuk...
20 Oktober 2025
Pendahuluan Dalam dunia psikologi, terdapat berbagai alat yang digunakan untuk memahami kemampuan dan kondisi seseorang dari aspek kognitif, emosional, maupun neurologis. Salah satu alat yang cukup di...