Pengaruh High-Functioning Depression di Tempat Kerja
Ketika kita membayangkan seorang rekan kerja yang selalu ceria, rajin, dan selalu tampak dalam kendali penuh atas pekerjaannya, kita mungkin tergoda untuk berpikir bahwa mereka memiliki segalanya. Namun, seringkali kita tidak menyadari bahwa seseorang bisa merasa terjebak dalam perangai 'high-functioning depression,' di mana depresi diam-diam merajalela di balik kulitnya.
High-functioning depression adalah kondisi ketika seseorang dapat menjalani kehidupan sehari-hari dan berhasil dalam pekerjaannya sambil merasa depresi. Mereka mungkin terlihat seperti individu yang kuat dan percaya diri, tetapi pada kenyataannya, mereka berjuang dengan kecemasan, perasaan sedih, dan kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya mereka nikmati.
Dalam psikologi, fenomena ini seringkali dikaitkan dengan "masking" atau "pretending." Ini adalah cara individu dengan high-functioning depression berusaha menutupi gejala-gejala depresi mereka dari dunia luar. Mereka memainkan peran yang mereka anggap diharapkan oleh orang lain, bahkan ketika mereka merasa hancur di dalam. Meskipun kemampuan mereka untuk "berpura-pura" ini dapat memungkinkan mereka untuk berhasil di tempat kerja, ini juga dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental mereka.
Dampak di Tempat Kerja
High-functioning depression tidak hanya mempengaruhi individu secara pribadi, tetapi juga memiliki konsekuensi di tempat kerja. Berikut adalah beberapa dampaknya:
1. Kinerja Menurun
Meskipun kamu mungkin terlihat sangat produktif, individu dengan high-functioning depression sering kali mengalami penurunan kinerja seiring waktu. Mereka mungkin merasa sulit untuk berkonsentrasi, membuat keputusan, atau menjaga tingkat energi yang konsisten.
2. Hubungan Interpersonal yang Terpengaruh
Ketika seseorang mempertahankan masker "bahagia" di tempat kerja, ini bisa membuat mereka terisolasi. Mereka mungkin enggan berbicara tentang perasaan mereka, dan hal ini dapat menyulitkan hubungan dengan rekan kerja dan atasan.
3. Peningkatan Risiko Burnout
Ketidakmampuan untuk mengatasi depresi dengan efektif bisa mengarah pada burnout. High-functioning depression dapat membuat kamu terus-menerus mengerahkan usaha ekstra untuk menjaga penampilan kamu, yang pada akhirnya dapat menguras energi dan menyebabkan kelelahan.
Mengatasi High-Functioning Depression
Penting bagi individu dengan high-functioning depression untuk mencari dukungan dan bantuan. Dalam konteks psikologi, terapi kognitif perilaku (CBT) dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk mengatasi depresi. Terapis CBT di vendor psikotes resmi dengan psikolog HIMPSI dapat membantu kamu mengidentifikasi pola pikiran negatif dan menggantinya dengan pemikiran yang lebih sehat.
Bagi atasan dan rekan kerja, penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan mendukung. Membuka pintu untuk percakapan tentang kesejahteraan mental dan memberikan sumber daya seperti program kesejahteraan karyawan dari vendor Psikotes dengan alat tes terlengkap dapat membantu individu yang mungkin berjuang dalam diam.
High-functioning depression adalah masalah yang serius yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental di tempat kerja. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang fenomena ini dan dengan upaya untuk mengurangi stigma seputar kesejahteraan mental, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan mendukung bagi semua orang. Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami high-functioning depression, ingatlah bahwa kamu tidak sendirian, dan bantuan selalu tersedia.
Referensi :
Orlov, Melissa. 2022. The High Functioning Depressed Person's Handbook: How to Overcome Depression and Achieve Your Goals.