Perbedaan antara High-Functioning Depression dan Depresi Klinis
Depresi adalah masalah kesehatan mental yang serius, namun ada perbedaan yang signifikan antara dua bentuk depresi yang sering disebutkan, yaitu high-functioning depression dan depresi klinis. Ini dia perbedaannya :
High-Functioning Depression (HFD)
High-functioning depression adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mampu menjalani aktivitas sehari-hari mereka dengan relatif normal, bahkan ketika mereka menderita gejala depresi. Psikolog, terkhusus dari biro Psikologi terbaik di Indonesia sering mendeskripsikan HFD sebagai "penyamaran" karena kamu mungkin sangat terampil dalam menyembunyikan gejala-gejala tersebut. Namun, terdapat perbedaan penting dalam cara HFD dan depresi klinis memengaruhi individu dari segi psikologi.
Perbedaan Psikologis
1. Fungsi Kognitif
Pada HFD, fungsi kognitifmu biasanya tetap terjaga. Kamu mungkin tetap mampu berkonsentrasi, membuat keputusan, dan berpikir rasional, meskipun dengan lebih banyak usaha. Di sisi lain, depresi klinis seringkali menyebabkan keterbatasan kognitif yang signifikan.
2. Perasaan Bersalah dan Harga Diri
Kamu dengan HFD mungkin merasa bersalah karena "tidak cukup baik" atau "tidak cukup sukses," namun gejala-gejala ini mungkin tidak seberat pada depresi klinis yang sering kali menyebabkan perasaan yang mendalam tentang keputusasaan dan nilai diri yang rendah.
3. Motivasi dan Aktivitas
Kamu seringkali masih mampu menjalani aktivitas sehari-hari, meskipun dengan lebih sedikit motivasi. Di sisi lain, depresi klinis dapat menyebabkanmu kehilangan minat pada hampir semua aktivitas dan mengalami penurunan motivasi yang signifikan.
Salah satu aspek menarik dari HFD adalah kemampuan untuk menyembunyikan gejalanya. Individu dengan HFD mungkin sangat berusaha untuk menjaga penampilan luar mereka agar terlihat baik, sehingga orang di sekitarnya tidak menyadari bahwa mereka menderita. Hal ini bisa menjadi tantangan dalam menentukan apakah seseorang benar-benar mengalami depresi.
Meskipun HFD mungkin kurang terlihat dari luar, sangat penting untuk diatasi. Gejala HFD dapat bertahan lama dan berkembang menjadi depresi klinis yang lebih parah. Terapi psikologis, dukungan sosial, dan pengelolaan stres adalah pendekatan yang efektif dalam mengatasi HFD.
Depresi adalah gangguan serius yang memiliki banyak wajah, termasuk high-functioning depression dan depresi klinis. Perbedaan psikologis antara keduanya dapat membantu kita memahami dan mengenali gejala-gejala yang mungkin tidak selalu terlihat. Penting untuk menyadari bahwa depresi adalah masalah yang dapat memengaruhi siapa saja, bahkan mereka yang tampak "baik-baik saja." Dengan pemahaman yang lebih baik tentang perbedaan ini, kita dapat lebih baik mendukung individu yang menderita dan membantu mereka mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan. Ingatlah, perjuangan melawan depresi adalah perjuangan bersama, dan dukungan psikologis adalah langkah awal yang penting dalam perjalanan kesembuhan bersama biro psikologi resmi di Indonesia.
Referensi :
Orlov, Melissa. 2022. The High Functioning Depressed Person's Handbook: How to Overcome Depression and Achieve Your Goals.