10 Mei 2024

Menggali Dampak Trauma Masa Lalu dalam Penilaian Psikologis: Aspek yang Sering Terabaikan dalam Mendukung Kesejahteraan Mental

Ketika kita memikirkan peran seorang psikolog dalam mendukung kesejahteraan mental kita, kita seringkali membayangkan mereka sebagai seseorang yang memiliki kekuatan untuk meresapi dan memahami perasaan kita. Namun, seperti halnya kehidupan manusia yang rumit, penilaian psikologis juga melibatkan banyak aspek yang dapat mempengaruhi hasilnya. Salah satu aspek yang seringkali terabaikan adalah dampak dari trauma masa lalu.  Sebelum membahas lebih lanjut mari kita mengenali dasar pembahasannya. 

 

Apa Itu Trauma Masa Lalu?

Trauma masa lalu merujuk pada pengalaman traumatis yang seseorang alami di masa lalu. Ini bisa melibatkan peristiwa seperti kekerasan fisik, pelecehan seksual, kehilangan yang mendalam, atau bahkan pengalaman traumatis dalam hubungan. Trauma dapat meninggalkan bekas yang mendalam pada individu, bahkan jika mereka telah menjalani terapi atau waktu telah berlalu.

Menurut perspektif psikologis, trauma masa lalu, mengacu pada pengalaman-pengalaman yang menyebabkan stres emosional atau psikologis yang signifikan pada individu dan dapat meninggalkan dampak yang berkepanjangan pada fungsi psikologis, kesejahteraan mental, dan perkembangan individu.

 

Dampak Trauma pada Penilaian Psikologis

Ketika membahas penilaian psikologis, penting untuk diingat bahwa setiap individu membawa dengan mereka pengalaman unik yang membentuk respon mereka terhadap dunia. Salah satu faktor yang bisa memiliki dampak signifikan pada penilaian psikologis adalah trauma masa lalu. Dalam pembahasan berikut, kita akan menjelajahi bagaimana pengalaman traumatis yang terpendam ini dapat memengaruhi cara seorang psikolog mengevaluasi dan memahami pasien mereka, yakni sebagai berikut: 

 

1. Perilaku yang Tidak Biasa

Orang yang mengalami trauma masa lalu sering kali mengembangkan mekanisme koping yang unik. Ini bisa berarti mereka mungkin memiliki perilaku atau respons emosional yang tidak biasa dalam situasi tertentu. Psikolog yang tidak menyadari latar belakang trauma dapat dengan mudah salah menilai perilaku ini sebagai tanda-tanda gangguan psikologis yang berbeda. Berikut ini beberapa contoh perilaku yang tidak biasa yang dapat muncul sebagai hasil dari trauma masa lalu meliputi:

  • Pelepasan Emosional yang Tidak Terduga: Seseorang yang telah mengalami trauma masa lalu mungkin bereaksi secara berlebihan atau tidak proporsional terhadap situasi yang tidak terkait dengan trauma tersebut. Mereka mungkin memiliki ledakan emosi yang tiba-tiba atau menangis di situasi yang tampaknya tidak memicu respons tersebut.
  • Isolasi Sosial yang Ekstrim: Beberapa orang yang telah mengalami trauma masa lalu mungkin menghindari interaksi sosial sepenuhnya sebagai bentuk perlindungan diri. Mereka mungkin mengisolasi diri dari teman dan keluarga atau bahkan menghindari keluar dari rumah mereka.
  • Kecemasan atau Ketakutan yang Tidak Wajar: Individu yang mengalami trauma masa lalu mungkin memiliki kecemasan atau ketakutan yang tidak proporsional terhadap situasi tertentu. Mereka mungkin merasa sangat khawatir atau takut dalam situasi yang tidak berbahaya bagi orang lain.
  • Koping yang Destructive: Beberapa orang mungkin mengembangkan cara-cara yang tidak sehat untuk mengatasi trauma, seperti penyalahgunaan zat-zat terlarang, kecanduan alkohol, atau perilaku destruktif lainnya sebagai cara untuk melarikan diri dari perasaan yang tidak nyaman.

 

2. Penyembunyian Emosi

Beberapa orang yang mengalami trauma masa lalu dapat belajar untuk menyembunyikan emosi mereka dengan sangat baik. Mereka mungkin terlihat sangat terkendali dan bahagia di luar, sementara mereka berjuang dengan kecemasan atau depresi yang mendalam di dalam. Psikolog yang tidak menyadari ini dapat salah mendiagnosis pasien sebagai "normal" ketika sebenarnya ada masalah yang serius.

 

3. Reaksi Terhadap Pertanyaan Sensitif

Saat menjalani penilaian psikologis, individu yang memiliki trauma masa lalu mungkin merasa sangat tertekan ketika ditanyai tentang pengalaman mereka. Mereka bisa menghindari topik ini atau bahkan mengalami reaksi yang sangat kuat secara emosional. Psikolog yang tidak sensitif terhadap kemungkinan trauma ini bisa salah menginterpretasikan reaksi ini sebagai kebingungan atau penolakan.

 

4. Pengaruh pada Interaksi Sosial

Trauma masa lalu juga dapat mempengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain. Mereka mungkin memiliki masalah dalam membentuk hubungan yang sehat atau mungkin menjadi sangat defensif dalam situasi sosial. Hal ini bisa disalah artikan sebagai gejala gangguan kepribadian oleh seorang psikolog yang tidak menyadari pengaruh trauma tersebut.

Trauma masa lalu bukanlah suatu kepastian bahwa seseorang akan mengalami kesalahan diagnostik, tetapi pemahaman yang lebih baik tentang potensi dampaknya adalah langkah pertama menuju penilaian yang lebih akurat dan perawatan yang lebih efektif. Dengan berbagai aspek yang harus dipertimbangkan, satu hal yang pasti adalah bahwa setiap individu memiliki cerita mereka sendiri, dan memahami trauma masa lalu adalah langkah positif menuju perawatan kesehatan mental yang lebih baik.

 

Mengatasi Kesalahan Diagnostik

Memahami bagaimana trauma masa lalu dapat mempengaruhi penilaian psikologis adalah langkah pertama penting untuk menghindari kesalahan diagnostik. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa membantu:

  • Sensitivitas Terhadap Trauma: Psikolog harus dilatih untuk mengidentifikasi tanda-tanda trauma masa lalu dan bersikap sangat sensitif terhadap pasien yang mungkin mengalaminya.
  • Komunikasi Terbuka: Pasien harus merasa nyaman berbicara tentang pengalaman mereka. Psikolog harus menciptakan lingkungan yang mendukung dan aman di mana pasien dapat berbicara tanpa takut dicela atau dihakimi.
  • Pendekatan yang Holistik: Psikolog perlu mempertimbangkan semua aspek kehidupan pasien, termasuk pengalaman masa lalu, dalam penilaian mereka. Pendekatan ini harus holistik dan komprehensif.
  • Kolaborasi Tim: Dalam beberapa kasus, bekerja sama dengan seorang spesialis trauma atau terapis lainnya mungkin diperlukan untuk memberikan perawatan yang efektif.

 

Kesimpulannya ialah bahwa pemahaman tentang trauma masa lalu sangat penting dalam penilaian psikologis untuk menghindari kesalahan diagnostik dan memberikan perawatan yang efektif. Trauma masa lalu dapat memengaruhi perilaku, respons emosional, kemampuan menyembunyikan emosi, reaksi terhadap pertanyaan sensitif, dan interaksi sosial seseorang. Psikolog perlu dilatih untuk menjadi sensitif terhadap tanda-tanda trauma, menciptakan lingkungan yang mendukung bagi pasien, mengambil pendekatan yang holistik dalam penilaian, dan mungkin bekerja sama dengan spesialis trauma lainnya untuk memberikan perawatan yang terbaik. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang trauma masa lalu, kita dapat memastikan penilaian yang lebih akurat dan perawatan kesehatan mental yang lebih efektif.

Dengan pemahaman yang mendalam tentang trauma masa lalu, Smile Consulting Indonesia, sebagai Biro Psikologi terbaik di Indonesia, siap memberikan layanan penilaian yang sensitif dan holistik. Sebagai vendor psikotes resmi dengan psikolog HIMPSI, kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dengan pendekatan yang komprehensif dan profesional. Jadikanlah pilihan bijak dengan mempercayakan kebutuhan asesmen kamu kepada kami, vendor asesmen terbaik di Indonesia. Smile Consulting Indonesia, jasa psikotes terbaik di Indonesia, menawarkan alat tes terlengkap dan pengalaman 10 tahun dalam industri. Percayakan pada kami sebagai vendor psikotes karyawan resmi untuk kebutuhan asesmen karyawan kamu. Smile Consulting Indonesia, biro psikologi resmi di Indonesia, memberikan solusi terbaik dan terlengkap untuk kebutuhan psikotes kamu.

Sebagai bagian dari pusat asesmen Indonesia, biro psikologi Smile Consulting Indonesia menghadirkan solusi asesmen psikologi dan psikotes online berkualitas tinggi untuk kebutuhan evaluasi yang komprehensif.
 

Referensi : 

Kupfer, D. , Spitzer, L. Robert  & DePaulo, Robert. 2022. The Misdiagnosis of Mental Disorders: Causes, Consequences, and Remedies.


 

Artikel Terkait

14 Mei 2024
Apakah kamu pernah bertanya-tanya mengapa beberapa kondisi psikologis lebih sering didiagnosis pada satu gender daripada yang lain? Ini adalah pertanyaan menarik yang telah menjadi subjek penelitian y...
13 Mei 2024
Ketika kamu membayangkan seorang profesional dalam bidang psikologi yang sangat berpengalaman dan berkualifikasi, mungkin kamu berpikir bahwa mereka memiliki penilaian yang sepenuhnya objektif. Namun,...
13 Mei 2024
Ketika kita berbicara tentang kesehatan mental, terkadang hal tersebut dapat lebih rumit daripada yang kita kira. Diagnosa dalam psikologi tidak selalu seperti memecahkan teka-teki sederhana. Terkadan...