29 Juli 2024

Bagaimana Trauma Masa Lalu Membentuk Pola Pikir Kita? Ini Penjelasannya!

Siapa yang tidak pernah merasa terjebak dalam kekhawatiran berlebihan tentang masalah-masalah kecil? Mungkin kita pernah, atau bahkan sering kali mengalaminya. Namun, tahukah kamu bahwa kecenderungan untuk memperbesar masalah kecil bisa jadi memiliki akar yang dalam dan berkaitan dengan pengalaman traumatis masa lalu?

Apa yang Membuat Masalah Kecil Terlihat Besar? Banyak dari kita memiliki kecenderungan untuk membuat masalah kecil terlihat begitu besar dan menakutkan. Namun, alasan di balik perilaku ini sering kali lebih kompleks daripada sekadar kebiasaan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pola pikir ini adalah pengalaman traumatis masa lalu.

1. Peran Trauma Masa Lalu

Trauma masa lalu dapat mencakup berbagai pengalaman, mulai dari kekerasan fisik atau emosional hingga kehilangan yang mendalam. Ketika seseorang mengalami trauma, otaknya bisa beradaptasi dengan cara yang membuatnya lebih peka terhadap ancaman dan lebih rentan terhadap stres.

2. Kecenderungan Mengantisipasi Bahaya

Orang yang pernah mengalami trauma cenderung mengembangkan pola pikir yang terfokus untuk mengantisipasi bahaya. Mereka mungkin merasa perlu untuk selalu siaga dan waspada terhadap segala sesuatu di sekitarnya, bahkan jika itu hanya masalah kecil.

3. Mengatasi Rasa Tidak Berdaya

Membesarkan masalah kecil juga bisa menjadi cara seseorang mengatasi rasa tidak berdaya yang mungkin mereka rasakan akibat trauma masa lalu. Dengan memperbesar masalah, mereka mungkin merasa memiliki kendali yang lebih besar atas situasi tersebut.

4. Pola Pikir Negatif

Selain itu, pola pikir negatif yang berkembang akibat trauma juga dapat memengaruhi cara seseorang menanggapi masalah. Mereka mungkin cenderung melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang negatif dan memperbesar dampak negatifnya.

Bagaimana Mengatasi Kebiasaan Memperbesar Masalah?

Mengatasi kecenderungan untuk memperbesar masalah kecil memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu:

1. Kesadaran akan Pola Pikir

Langkah pertama dalam mengatasi kebiasaan ini adalah dengan mengenali pola pikir yang memperbesar masalah. Dengan menyadari bahwa tidak semua masalah sebesar yang kita pikirkan, kita dapat mulai mengubah cara kita memandang situasi.

2. Belajar Mengelola Stres

Mengembangkan keterampilan dalam mengelola stres dapat membantu mengurangi kecenderungan untuk memperbesar masalah kecil. Teknik-teknik seperti meditasi, olahraga, atau terapi dapat membantu seseorang merasa lebih tenang dan terkendali.

3. Berbicara dengan Orang yang Terpercaya

Berbicara dengan orang yang dipercayai tentang kekhawatiran atau masalah kecil dapat membantu mendapatkan sudut pandang yang lebih objektif. Orang lain mungkin dapat membantu melihat situasi dari perspektif yang berbeda dan memberikan dukungan yang diperlukan.

Memperbesar masalah kecil bisa jadi merupakan hasil dari pengalaman traumatis masa lalu yang membentuk pola pikir yang cenderung mengantisipasi bahaya dan melihat segala sesuatu dari sudut pandang negatif. Namun, dengan kesadaran akan pola pikir tersebut dan langkah-langkah untuk mengelola stres, seseorang dapat belajar untuk melihat masalah dengan lebih proporsional dan mengatasi kecenderungan ini.

Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami kesulitan dalam mengatasi kecenderungan untuk memperbesar masalah kecil, Smile Consulting Indonesia siap membantu. Kami menyediakan layanan konsultasi dan psikotes online yang dapat membantu kamu memahami pola pikir kamu dan mengembangkan strategi untuk mengatasi masalah tersebut. Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut tentang layanan kami.

Jika kalian sedang mencari vendor psikologi bisa menghubungi Smile Consulting Indonesia yang merupakan Vendor Psikotes dengan alat tes terlengkap, Vendor Psikotes Karyawan – Jasa Tes Psikologi, serta Vendor Asesmen terbaik di Indonesia.

Referensi: 

Clark, A. David  & T. Beck, T. Aaron. 2011. The Catastrophizing Mind: How to Stop Worst-Case Thinking and Manage Anxiety.

Artikel Terkait

1 Desember 2025
Pernahkah kamu bertanya-tanya, kenapa ada orang yang begitu mudah memahami perasaan orang lain, sementara sebagian dari kita butuh waktu untuk belajar peka? Atau kenapa ada orang yang tetap tenang saa...
27 Maret 2025
Warna adalah elemen visual yang memiliki kekuatan luar biasa dalam memengaruhi emosi dan perilaku manusia. Psikologi warna, sebagai cabang ilmu yang mempelajari hubungan ini, telah digunakan dalam ber...
27 Maret 2025
Psikologi Ketidakpastian Kita semua pernah merasa cemas atau tidak nyaman ketika menghadapi situasi yang belum pasti entah itu menanti hasil ujian, menunggu panggilan pekerjaan, atau sekadar memikirka...