Pernahkah kamu bertanya-tanya, kenapa ada orang yang begitu mudah memahami perasaan orang lain, sementara sebagian dari kita butuh waktu untuk belajar peka? Atau kenapa ada orang yang tetap tenang saat tekanan datang, sedangkan yang lain langsung panik?
Jawabannya bisa jadi terletak pada dua hal penting dalam diri kita: kepribadian dan kecerdasan emosional.
Kepribadian adalah pola perilaku dan cara berpikir yang relatif stabil dari waktu ke waktu seperti seberapa terbuka kita terhadap pengalaman baru, seberapa teliti kita bekerja, atau bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain. Sedangkan kecerdasan emosional (emotional intelligence) adalah kemampuan kita untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi baik emosi diri sendiri maupun orang lain.
Penelitian menunjukkan bahwa sifat-sifat kepribadian tertentu berhubungan erat dengan kecerdasan emosional. Misalnya:
- Orang dengan tingkat Agreeableness (ramah dan empatik) tinggi biasanya juga punya kemampuan empati yang lebih baik.
- Individu dengan Neuroticism tinggi cenderung lebih mudah cemas dan sulit mengatur emosi.
- Sementara mereka yang Conscientiousness-nya tinggi seringkali lebih mampu mengontrol impuls dan bertindak dengan pertimbangan matang.
Dengan kata lain, kepribadian membentuk “dasar”, dan kecerdasan emosional adalah “alat” yang membantu kita memanfaatkan dasar itu dengan bijak. Orang yang mengenali kepribadiannya dan mengasah kecerdasan emosionalnya akan lebih mudah menghadapi konflik, bekerja dalam tim, maupun menjaga kesehatan mental.
Mengetahui kepribadian membantu kita memahami kenapa kita bereaksi dengan cara tertentu. Mengasah kecerdasan emosional membantu kita memilih bagaimana cara merespons dengan lebih dewasa dan sehat. Gabungan keduanya membuat seseorang lebih tangguh, lebih peka sosial, dan lebih mampu menjalani hidup dengan sadar.
Banyak biro psikologi kini menggabungkan tes kepribadian dan asesmen kecerdasan emosional untuk membantu individu maupun organisasi. Hasilnya bisa dipakai untuk pengembangan diri, peningkatan komunikasi kerja, atau persiapan kepemimpinan.
Biro psikologi Smile Consulting Indonesia menyediakan jasa psikotes untuk berbagai kebutuhan asesmen psikologi, baik untuk individu maupun perusahaan. Layanan kami dirancang untuk memberikan hasil yang akurat dan terpercaya.
Daftar Pustaka
Petrides, K. V., Pita, R., & Kokkinaki, F. (2007). The location of trait emotional intelligence in personality factor space. British Journal of Psychology, 98(2), 273–289.
Mayer, J. D., Salovey, P., & Caruso, D. R. (2008). Emotional intelligence: New ability or eclectic traits? American Psychologist, 63(6), 503–517.
Costa, P. T., & McCrae, R. R. (1992). Revised NEO Personality Inventory (NEO-PI-R) and NEO Five-Factor Inventory (NEO-FFI). Psychological Assessment Resources.
Petrides, K. V. (2016). Trait Emotional Intelligence Theory. Industrial and Organizational Psychology, 9(2), 335–340.
Schutte, N. S., Malouff, J. M., & Thorsteinsson, E. B. (2013). Increasing emotional intelligence through training: Current status and future directions. The International Journal of Emotional Education, 5(1), 56–72.