27 Maret 2025

Mengapa Kita Sering Merasa Tak Nyaman dengan Hal yang Belum Pasti?

Psikologi Ketidakpastian

 

Kita semua pernah merasa cemas atau tidak nyaman ketika menghadapi situasi yang belum pasti entah itu menanti hasil ujian, menunggu panggilan pekerjaan, atau sekadar memikirkan masa depan yang belum jelas. Perasaan gelisah atau tegang ini sebenarnya wajar dan alami. Tapi, mengapa ketidakpastian begitu membuat kita resah? 
 

Dari sudut pandang psikologi, ketidakpastian bisa sangat mempengaruhi keadaan emosional dan mental kita. Artikel ini akan membahas mengapa otak kita bereaksi negatif terhadap ketidakpastian, bagaimana hal ini memicu kecemasan, dan beberapa strategi efektif untuk menghadapinya.
 

Mengapa Ketidakpastian Membuat Kita Cemas?

Ketidakpastian adalah kondisi ketika kita tidak tahu apa yang akan terjadi atau bagaimana hasil dari suatu situasi. Kondisi ini membuat otak kita “waspada,” karena otak kita dirancang untuk selalu mencari pola dan memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Saat dihadapkan pada ketidakpastian, otak kita merasa “kehilangan kendali”.

 

Dalam kondisi ketidakpastian, otak cenderung mengaktifkan respons kecemasan sebagai mekanisme perlindungan diri. Respons ini terutama dikendalikan oleh bagian otak yang disebut amigdala, pusat emosi yang juga bertanggung jawab atas rasa takut. Ketika kita tidak tahu apa yang akan terjadi, otak bereaksi seolah-olah kita dalam bahaya, meski ancaman itu mungkin tidak nyata.

 

Mengapa Otak Tidak Suka Ketidakpastian?

Terdapat beberapa alasan psikologis yang mendasari ketidaknyamanan kita terhadap hal-hal yang belum pasti:

 

  • Otak Cenderung Menghindari Risiko: 
    Otak manusia secara alami dirancang untuk bertahan hidup, bukan mengambil risiko yang tidak perlu. Ketika dihadapkan dengan ketidakpastian, otak kita akan mencoba menghindari apapun yang berpotensi membawa kerugian atau rasa sakit, bahkan jika itu hanya sebatas asumsi atau perkiraan.
     
  • Kebutuhan Akan Kontrol dan Prediktabilitas: 
    Manusia memiliki kebutuhan akan prediktabilitas dan kontrol dalam hidup mereka. Ketika kita memiliki gambaran jelas tentang apa yang akan terjadi, kita merasa lebih tenang dan siap menghadapi situasi tersebut. Ketidakpastian membuat kita merasa “tidak memiliki kendali” dan itulah yang memicu kecemasan.
     
  • Kecenderungan Berpikir Negatif (Negativity Bias):
    Ketidakpastian seringkali membuat kita berfokus pada kemungkinan terburuk. Hal ini terjadi karena otak kita memiliki bias negatif yang membuatnya lebih mudah mengingat hal-hal yang buruk atau berbahaya sebagai cara untuk bertahan hidup. Saat tidak yakin dengan apa yang akan terjadi, kita lebih mudah memikirkan kemungkinan buruk, yang pada akhirnya menambah rasa cemas.
     
  • Ilusi Kepastian sebagai Sumber Kenyamanan: 
    Saat kita tahu hasil dari suatu situasi, kita cenderung merasa nyaman meskipun hasilnya tidak ideal. Misalnya, menerima hasil ujian yang kurang memuaskan tetap lebih “lega” daripada menunggu hasil ujian yang belum keluar. Ini adalah karena otak lebih nyaman dengan kepastian, walaupun kepastian itu mungkin tidak sesuai harapan.
     

Bagaimana Ketidakpastian Dapat Memicu Stres dan Kecemasan?

Ketidakpastian yang berkelanjutan dapat mengaktifkan respons stres jangka panjang dalam tubuh. Ketika kita merasa tidak tahu apa yang akan terjadi, tubuh memproduksi lebih banyak hormon stres seperti kortisol, yang dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Terlalu banyak kortisol dalam tubuh dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, seperti penurunan sistem kekebalan tubuh, gangguan tidur, dan masalah pencernaan.

 

Lebih lanjut, ketika otak terbiasa berada dalam keadaan tidak pasti, kita bisa mengalami kecemasan berlebihan yang sulit dikendalikan. Kecemasan ini sering kali datang dalam bentuk overthinking atau berpikir berlebihan tentang semua kemungkinan yang mungkin terjadi. Lama-kelamaan, hal ini dapat membuat seseorang merasa kewalahan dan sulit untuk berpikir jernih.

 

Dampak Ketidakpastian pada Kesehatan Mental

Ketidakpastian bisa memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan mental, khususnya pada mereka yang rentan terhadap kecemasan dan depresi. Berikut adalah beberapa dampak ketidakpastian terhadap kesehatan mental kita:
 

  • Meningkatkan Kecemasan dan Rasa Cemas yang Berlebihan: Ketidakpastian dapat memperparah gangguan kecemasan. Sebuah studi menemukan bahwa orang yang sering merasa cemas cenderung lebih sulit menerima ketidakpastian. Mereka cenderung mencari kepastian dengan cara yang tidak sehat, seperti overthinking atau menunda keputusan.
     
  • Mengurangi Kebahagiaan dan Kepuasan Hidup: Terlalu terfokus pada hal-hal yang tidak pasti membuat kita sulit menikmati momen saat ini. Kita lebih cenderung terjebak dalam kekhawatiran yang menguras energi, sehingga mengurangi rasa syukur dan kepuasan hidup.
     
  • Mempengaruhi Kemampuan untuk Mengambil Keputusan: Ketidakpastian yang berlebihan dapat membuat kita ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Kita bisa merasa terjebak dan akhirnya malah tidak mengambil tindakan apa pun. Hal ini sering kali menyebabkan perasaan frustasi dan penyesalan.

 

Cara Mengatasi Ketidaknyamanan Terhadap Ketidakpastian

Meskipun kita tidak bisa menghindari ketidakpastian, ada beberapa cara yang dapat membantu kita menghadapinya dengan lebih tenang dan optimis. Berikut beberapa strategi yang bisa Anda coba:

 

  • Latih Penerimaan dan Fleksibilitas Pikiran: 
    Belajar menerima bahwa ketidakpastian adalah bagian dari hidup dapat membantu mengurangi kecemasan. Mindfulness atau perhatian penuh adalah teknik yang efektif untuk melatih pikiran agar tetap tenang dalam menghadapi hal-hal yang tidak pasti. Mindfulness mengajarkan kita untuk fokus pada momen saat ini tanpa terjebak dalam kekhawatiran tentang masa depan.
     
  • Tetapkan Prioritas dan Fokus pada Apa yang Bisa Anda Kendalikan: 
    Ketika dihadapkan pada ketidakpastian, cobalah untuk fokus pada hal-hal yang masih bisa Anda kendalikan, seperti rutinitas harian, perawatan diri, dan kesehatan. Ini akan membantu Anda merasa lebih “terarah” meskipun ada hal-hal yang belum jelas.
     
  • Berpikir Fleksibel dan Menghindari Pola Pikir "Semua atau Tidak Sama Sekali": 
    Banyak orang yang berfokus pada hasil akhir dalam situasi tertentu, tetapi fleksibilitas berpikir dapat membantu kita melihat situasi dengan perspektif yang lebih terbuka. Daripada berfokus pada hasil pasti, belajarlah untuk melihat nilai dari proses yang sedang Anda jalani.
     
  • Berlatih Mengubah Fokus dari "Apa yang Mungkin Salah" ke "Apa yang Mungkin Benar": 
    Otak kita memang cenderung mencari potensi bahaya, tetapi kita bisa melatih diri untuk melihat kemungkinan positif. Membiasakan diri dengan pertanyaan seperti "Apa yang mungkin terjadi jika semuanya berjalan lancar?" bisa membantu mengurangi kekhawatiran.
  • Kelola Waktu dan Buat Rutinitas yang Menenangkan: 
    Menciptakan rutinitas harian yang memberikan rasa keteraturan bisa membantu mengurangi perasaan tidak nyaman akibat ketidakpastian. Misalnya, memiliki waktu tidur yang cukup, berolahraga, atau melakukan aktivitas yang menenangkan secara teratur dapat membantu mengurangi efek negatif dari ketidakpastian.

 

Kesimpulan

Ketidakpastian memang dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman dan memicu kecemasan, tetapi ini adalah bagian alami dari kehidupan yang tak bisa dihindari. Otak kita memang lebih nyaman dengan kepastian, namun dengan memahami bagaimana ketidakpastian mempengaruhi pikiran dan tubuh, kita bisa lebih siap menghadapinya. Ketimbang terjebak dalam kecemasan, cobalah untuk mengalihkan fokus pada hal-hal yang bisa Anda kendalikan dan latihlah fleksibilitas berpikir untuk menghadapi perubahan.

 

Ketidakpastian tidak selalu berarti buruk. Sering kali, situasi yang belum pasti juga membawa peluang dan pengalaman baru yang positif. Dengan membuka pikiran dan melatih penerimaan terhadap ketidakpastian, kita bisa menjaga keseimbangan mental dan tetap optimis dalam menghadapi hari esok yang penuh kemungkinan. 
Ingatlah bahwa kesehatan mental mu adalah hal yang penting, dan kamu pantas mendapatkan dukungan yang kamu butuhkan untuk merasa lebih baik.

 

Sebagai bagian dari pusat asesmen indonesia, Biro Psikologi Smile Consulting Indonesia menghadirkan solusi asesmen psikologi dan psikotes online berkualitas tinggi untuk kebutuhan evaluasi yang komprehensif.


Referensi

Zai, E. C. (2024). Psikologi ketidakpastian: Mengelola ketidakpastian hidup dengan bijaksana. Circle Archive, 1(4).

Perwira, L. T. (2022). Eksplorasi ketidakpastian pada individu: Sebuah studi literatur. Jurnal Psikologi MANDALA, 6(2).

Artikel Terkait

1 Desember 2025
Pernahkah kamu bertanya-tanya, kenapa ada orang yang begitu mudah memahami perasaan orang lain, sementara sebagian dari kita butuh waktu untuk belajar peka? Atau kenapa ada orang yang tetap tenang saa...
27 Maret 2025
Warna adalah elemen visual yang memiliki kekuatan luar biasa dalam memengaruhi emosi dan perilaku manusia. Psikologi warna, sebagai cabang ilmu yang mempelajari hubungan ini, telah digunakan dalam ber...
27 Maret 2025
Rasa iri hati sering dianggap sebagai emosi negatif yang hanya membawa dampak buruk. Namun, dalam kajian psikologi, iri hati dapat memiliki nuansa yang lebih kompleks. Artikel ini akan membahas berbag...