27 Maret 2025

Psikologi Rasa Iri: Apakah Iri Hati Selalu Berdampak Negatif?

Rasa iri hati sering dianggap sebagai emosi negatif yang hanya membawa dampak buruk. Namun, dalam kajian psikologi, iri hati dapat memiliki nuansa yang lebih kompleks. Artikel ini akan membahas berbagai aspek dari rasa iri, termasuk dampak positif dan negatifnya, serta bagaimana emosi ini dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis individu.

 

Definisi Rasa Iri

Iri hati adalah emosi yang muncul ketika seseorang merasa tidak puas dengan keadaan dirinya dan menginginkan apa yang dimiliki orang lain. Menurut Smith dan Kim (2007), iri adalah emosi yang menyakitkan, ditandai dengan perasaan rendah diri dan permusuhan akibat perbandingan sosial yang tidak menguntungkan. Penelitian menunjukkan bahwa iri hati dapat muncul dari perbandingan sosial ke atas, di mana individu merasa inferior dibandingkan dengan orang lain yang lebih sukses (Van de Ven et al., 2009).

 

Dampak Negatif Rasa Iri

Banyak penelitian menunjukkan bahwa rasa iri dapat berdampak negatif pada kesehatan mental seseorang. Misalnya, Smith dan Combs (2010) menemukan bahwa rasa iri dapat menyebabkan perasaan tidak bahagia, frustrasi, dan bahkan gangguan kesehatan fisik. Penggunaan media sosial juga sering kali memperburuk perasaan ini, karena individu cenderung membandingkan diri mereka dengan citra ideal yang ditampilkan oleh orang lain (Appel et al., 2016).

 

Gejala Psikologis dari Rasa Iri

  • 1. Perasaan Rendah Diri: Individu merasa kurang berharga dibandingkan orang lain.
  • 2. Permusuhan: Munculnya keinginan untuk melihat orang lain gagal.
  • 3. Kesehatan Mental yang Buruk: Rasa iri berkontribusi pada depresi dan kecemasan.

 

Dampak Positif Rasa Iri

Meskipun sering dianggap negatif, rasa iri juga dapat berfungsi sebagai motivator. Ketika seseorang merasa iri terhadap pencapaian orang lain, hal ini bisa mendorong mereka untuk berusaha lebih keras mencapai tujuan mereka sendiri. Penelitian oleh Van de Ven et al. (2009) menunjukkan bahwa ada bentuk "iri positif" yang dapat memotivasi individu untuk melakukan perubahan positif dalam hidup mereka.

 

Contoh Dampak Positif

  • 1. Motivasi untuk Berkembang: Rasa iri bisa mendorong seseorang untuk meningkatkan keterampilan atau pengetahuan.
  • 2. Persaingan Sehat: Dalam konteks tertentu, rasa iri dapat menciptakan persaingan yang sehat yang menguntungkan semua pihak.

 

Kesimpulan

Rasa iri hati adalah emosi kompleks yang tidak selalu berdampak negatif. Meskipun sering kali dikaitkan dengan perasaan rendah diri dan permusuhan, ada juga potensi untuk menggunakan rasa iri sebagai motivasi untuk pertumbuhan pribadi. Penting bagi individu untuk mengenali emosi ini dan memahami bagaimana mengelolanya agar tidak merugikan kesejahteraan psikologis mereka.

 

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang rasa iri, diharapkan individu dapat mengubahnya menjadi kekuatan positif dalam hidup mereka. Mengelola perasaan ini dengan bijaksana dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan hubungan sosial. 

 

Sumber-sumber ilmiah seperti penelitian oleh Smith et al. (1996), Feather (1999), dan Appel et al. (2016) memberikan wawasan berharga tentang dinamika psikologis di balik rasa iri dan dampaknya terhadap kesejahteraan individu. Jika kamu memiliki kendala dalam masalah mental atau psikologis, jangan ragu untuk mencari bantuan dari biro psikologi Smile Consulting Indonesia

 

konsultasi dengan psikolog yang tepat, kamu bisa mendapatkan dukungan dan bimbingan yang kamu butuhkan untuk mengatasi masalah tersebut dan memulai perjalanan menuju kesehatan mental yang lebih baik. Ingatlah bahwa kesehatan mental mu adalah hal yang penting, dan kamu pantas mendapatkan dukungan yang kamu butuhkan untuk merasa lebih baik. 

Psikotes resmi HIMPSI dari Biro Psikologi Smile Consulting Indonesia menawarkan solusi asesmen psikologi yang valid dan dapat diandalkan, memastikan hal yang optimal untuk berbagai keperluan anda.
 

Referensi

Aprilya, Y. (2022). Peran iri terhadap psychological well-being pada pengguna sosial media Instagram (Skripsi, Fakultas Psikologi, Universitas Sriwijaya). 

 

Puspitasari, E. D. (2023). Pengaruh deprivasi relatif terhadap rasa iri pada remaja di lingkungan keluarga (Skripsi, Fakultas Psikologi dan Humaniora, Universitas Muhammadiyah Magelang).  

Artikel Terkait

1 Desember 2025
Pernahkah kamu bertanya-tanya, kenapa ada orang yang begitu mudah memahami perasaan orang lain, sementara sebagian dari kita butuh waktu untuk belajar peka? Atau kenapa ada orang yang tetap tenang saa...
27 Maret 2025
Warna adalah elemen visual yang memiliki kekuatan luar biasa dalam memengaruhi emosi dan perilaku manusia. Psikologi warna, sebagai cabang ilmu yang mempelajari hubungan ini, telah digunakan dalam ber...
27 Maret 2025
Psikologi Ketidakpastian Kita semua pernah merasa cemas atau tidak nyaman ketika menghadapi situasi yang belum pasti entah itu menanti hasil ujian, menunggu panggilan pekerjaan, atau sekadar memikirka...