Rasa iri hati sering dianggap sebagai emosi negatif yang hanya membawa dampak buruk. Namun, dalam kajian psikologi, iri hati dapat memiliki nuansa yang lebih kompleks. Artikel ini akan membahas berbagai aspek dari rasa iri, termasuk dampak positif dan negatifnya, serta bagaimana emosi ini dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis individu.
Iri hati adalah emosi yang muncul ketika seseorang merasa tidak puas dengan keadaan dirinya dan menginginkan apa yang dimiliki orang lain. Menurut Smith dan Kim (2007), iri adalah emosi yang menyakitkan, ditandai dengan perasaan rendah diri dan permusuhan akibat perbandingan sosial yang tidak menguntungkan. Penelitian menunjukkan bahwa iri hati dapat muncul dari perbandingan sosial ke atas, di mana individu merasa inferior dibandingkan dengan orang lain yang lebih sukses (Van de Ven et al., 2009).
Banyak penelitian menunjukkan bahwa rasa iri dapat berdampak negatif pada kesehatan mental seseorang. Misalnya, Smith dan Combs (2010) menemukan bahwa rasa iri dapat menyebabkan perasaan tidak bahagia, frustrasi, dan bahkan gangguan kesehatan fisik. Penggunaan media sosial juga sering kali memperburuk perasaan ini, karena individu cenderung membandingkan diri mereka dengan citra ideal yang ditampilkan oleh orang lain (Appel et al., 2016).
Meskipun sering dianggap negatif, rasa iri juga dapat berfungsi sebagai motivator. Ketika seseorang merasa iri terhadap pencapaian orang lain, hal ini bisa mendorong mereka untuk berusaha lebih keras mencapai tujuan mereka sendiri. Penelitian oleh Van de Ven et al. (2009) menunjukkan bahwa ada bentuk "iri positif" yang dapat memotivasi individu untuk melakukan perubahan positif dalam hidup mereka.
Rasa iri hati adalah emosi kompleks yang tidak selalu berdampak negatif. Meskipun sering kali dikaitkan dengan perasaan rendah diri dan permusuhan, ada juga potensi untuk menggunakan rasa iri sebagai motivasi untuk pertumbuhan pribadi. Penting bagi individu untuk mengenali emosi ini dan memahami bagaimana mengelolanya agar tidak merugikan kesejahteraan psikologis mereka.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang rasa iri, diharapkan individu dapat mengubahnya menjadi kekuatan positif dalam hidup mereka. Mengelola perasaan ini dengan bijaksana dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan hubungan sosial.
Sumber-sumber ilmiah seperti penelitian oleh Smith et al. (1996), Feather (1999), dan Appel et al. (2016) memberikan wawasan berharga tentang dinamika psikologis di balik rasa iri dan dampaknya terhadap kesejahteraan individu. Jika kamu memiliki kendala dalam masalah mental atau psikologis, jangan ragu untuk mencari bantuan dari biro psikologi Smile Consulting Indonesia.
konsultasi dengan psikolog yang tepat, kamu bisa mendapatkan dukungan dan bimbingan yang kamu butuhkan untuk mengatasi masalah tersebut dan memulai perjalanan menuju kesehatan mental yang lebih baik. Ingatlah bahwa kesehatan mental mu adalah hal yang penting, dan kamu pantas mendapatkan dukungan yang kamu butuhkan untuk merasa lebih baik.
Psikotes resmi HIMPSI dari Biro Psikologi Smile Consulting Indonesia menawarkan solusi asesmen psikologi yang valid dan dapat diandalkan, memastikan hal yang optimal untuk berbagai keperluan anda.
Referensi
Aprilya, Y. (2022). Peran iri terhadap psychological well-being pada pengguna sosial media Instagram (Skripsi, Fakultas Psikologi, Universitas Sriwijaya).
Puspitasari, E. D. (2023). Pengaruh deprivasi relatif terhadap rasa iri pada remaja di lingkungan keluarga (Skripsi, Fakultas Psikologi dan Humaniora, Universitas Muhammadiyah Magelang).