Ini Dia Arti dan Penjelasan Mengenai Psikosomatis!
Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan seperti saat ini, seringkali kita lupa untuk merenung tentang keterkaitan antara kesehatan mental dan fisik kita. Bagaimana kita dapat menjelaskan bahwa stres atau ketegangan pikiran bisa berdampak nyata pada tubuh kita? Jawabannya terletak dalam konsep menarik yang disebut "psikosomatis." Mari kita menjelajahi apa itu psikosomatis dan bagaimana perspektif psikologi membantu kamu memahami hubungan antara pikiran dan tubuh kita.
Apa itu Psikosomatis?
"Psikosomatis" berasal dari dua kata Yunani, "psyche" (pikiran) dan "soma" (tubuh). Ini merujuk pada hubungan yang kompleks antara aspek psikologis dan fisik dari individu. Psikosomatis adalah konsep yang menggambarkan cara perasaan, pikiran, dan emosi kita dapat mempengaruhi kesehatan fisik kita. Pada dasarnya, psikosomatis mengajarkan kita bahwa pikiran kita tidak hanya berada di otak kita; mereka juga berdampak pada tubuh kita.
Stres Musuh Terbesar dalam Psikosomatis, Kenapa?
Jika kamu pernah merasa jantung berdebar kencang sebelum sebuah presentasi atau perut keroncongan saat kamu cemas, kamu telah merasakan efek psikosomatis dalam tindakan. Salah satu contoh paling jelas tentang bagaimana pikiran dan perasaan kita dapat mempengaruhi tubuh kita adalah melalui stres. Stres adalah reaksi alami terhadap tekanan atau ancaman, tetapi ketika itu berlebihan atau berlangsung terlalu lama, itu dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik kamu.
Dari perspektif psikologi, stres dapat merangsang pelepasan hormon stres seperti kortisol, yang dapat meningkatkan tekanan darah, meningkatkan denyut jantung, dan mengganggu sistem kekebalan tubuh. Dalam jangka panjang, stres yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, gangguan pencernaan, dan gangguan tidur, yang semuanya dapat dinyatakan sebagai masalah psikosomatis.
Ada juga situasi di mana individu mengalami gejala fisik yang tidak memiliki dasar medis yang jelas. Gejala ini seringkali disebabkan oleh faktor psikologis. Misalnya, seseorang yang sangat cemas mungkin mengalami nyeri dada tanpa alasan medis yang jelas. Ini adalah contoh nyata bagaimana stres dan masalah psikologis lainnya dapat menciptakan gejala fisik yang sebenarnya tidak ada penyebab fisik yang mendasarinya.
Jika pikiran kita dapat mempengaruhi tubuh kita secara negatif, maka sebaliknya, pengelolaan kondisi psikologis kita dapat membantu meningkatkan kesehatan fisik kita. Pengobatan psikosomatis melibatkan pendekatan holistik yang memperhatikan kedua aspek ini. Terapi kognitif, meditasi, yoga, dan perubahan gaya hidup sehat adalah beberapa metode yang digunakan untuk mengelola stres dan masalah psikologis lainnya.
Psikosomatis adalah pengingat penting tentang bagaimana pikiran kita berdampak pada kesehatan fisik kita. Dalam dunia yang serba cepat, kita sering lupa untuk merawat kesehatan pikiran kita, dan ini dapat berdampak negatif pada tubuh kita. Dari perspektif psikologi, kita belajar bahwa merawat kesehatan mental kita adalah langkah pertama dalam menjaga kesehatan fisik kita. Ingatlah untuk menjaga keseimbangan antara pikiran dan tubuh kamu, karena keduanya sangat berkaitan dalam menciptakan kualitas hidup yang sehat dan bahagia.
Sebagai biro psikologi terpercaya, Smile Consulting Indonesia adalah vendor psikotes yang juga menyediakan layanan psikotes online dengan standar profesional tinggi untuk mendukung keberhasilan asesmen Anda.
Referensi :
Nurani, Yuliani. 2022. Psikosomatis: Teori, Penelitian, dan Terapi.