7 Juni 2024

Ini Dia Beberapa Faktor Penyebab Psikosomatis!

Faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi kondisi psikosomatis

Kesehatan tubuh dan kesehatan pikiran seringkali dianggap sebagai dua dunia yang berbeda. Lantas, apa yang kamu rasakan dalam pikiran kamu seringkali memiliki dampak yang luar biasa pada kesejahteraan tubuh kamu?

Mari, kita pahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan kondisi psikosomatis sebelum kita membahas lebih lanjut faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi kondisi psikosomatis. Kondisi psikosomatis adalah kondisi kesehatan fisik yang dipengaruhi oleh faktor psikologis, seperti stres, kecemasan, dan depresi. Hal ini merupakan manifestasi fisik dari ketegangan emosional dan konflik batin yang dapat mempengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk otot, kulit, pencernaan, dan sistem imun.

Stres adalah salah satu faktor psikologis utama yang mempengaruhi kondisi psikosomatis. Pada saat kamu merasakan stres, tubuh kamu merespons dengan melepaskan hormon stres seperti kortisol. Tingkat kortisol yang tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti peningkatan tekanan darah, penyakit jantung, dan penurunan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, stres juga dapat memicu kondisi fisik seperti sakit kepala, gangguan tidur, dan gangguan pencernaan.

Kecemasan dan Gangguan Psikologis Terkait

Kecemasan dan gangguan psikologis lainnya, seperti depresi, juga dapat memengaruhi kondisi psikosomatis. Orang yang menderita kecemasan mungkin mengalami gejala fisik seperti detak jantung yang cepat, pernapasan dangkal, dan keringat berlebihan. Hal ini merupakan respon tubuh terhadap perasaan cemas. Di sisi lain, depresi dapat mengakibatkan kelelahan, penurunan nafsu makan, dan nyeri fisik yang sulit dijelaskan.

Proses Psikosomatis: Bagaimana Pikiran Memengaruhi Tubuh?

Perspektif psikologi menjelaskan bagaimana pikiran dan emosi memengaruhi tubuh melalui proses psikosomatis. Salah satu teori yang relevan adalah teori kognitif-emosional, yang mengemukakan bahwa cara kita berpikir dan merasakan memengaruhi respon fisik kita, misalnya, seseorang yang terus-menerus merasa cemas mungkin mengalami peningkatan detak jantung dan tekanan darah.

Untungnya, psikologi juga menawarkan solusi dalam mengatasi kondisi psikosomatis. Terapi psikologis atau psikoterapi adalah salah satu pendekatan yang efektif. Terapis membantu individu mengidentifikasi dan mengelola faktor psikologis yang memengaruhi kesehatan fisik mereka. Terapi ini adalah salah satu bentuk terapi yang terbukti efektif dalam mengurangi gejala psikosomatis dengan membantu individu mengubah pola pikir dan perilaku mereka.

Ini adalah pengingat bahwa kita tidak bisa mengabaikan kesehatan mental kita ketika berbicara tentang kesehatan secara keseluruhan. Merawat kesehatan pikiran kita juga berarti merawat kesehatan fisik kita. Jadi, saat merasa stres atau cemas, ingat lah bahwa pikiranmu kemungkinan memiliki dampak nyata pada tubuh kamu, dan carilah bantuan yang kamu butuhkan untuk menjaga keseimbangan kesehatan psikosomatis kamu.

Biro psikologi Smile Consulting Indonesia dikenal sebagai pusat asesmen Indonesia yang memberikan berbagai layanan, termasuk jasa psikotes dan asesmen individu, dengan proses yang efisien dan hasil mendalam.
 

Referensi : 

Irwanto. 2022. Psikologi Psikosomatis.

Artikel Terkait

10 Juni 2024
Ini Dia Arti dan Penjelasan Mengenai Psikosomatis!  Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan seperti saat ini, seringkali kita lupa untuk merenung tentang keterkaitan antara kesehatan mental...
10 Juni 2024
Apakah Gangguan Psikosomatis Bisa Disembuhkan?Kesehatan kita adalah aset berharga yang tak ternilai harganya, tetapi terkadang, tubuh kamu dapat menjadi medan pertempuran bagi perang yang tak terlihat...
7 Juni 2024
Gejala dari gangguan psikosomatisApakah kamu pernah merasa pusing, mual, atau merasa tubuh kamu lemah tanpa alasan fisik yang jelas? Kemungkinan kamu merasa nyeri di perut, meskipun tidak ada gangguan...