Pengaruh psikosomatis dalam penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung
Psikosomatis dalam penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung. Sebagian besar dari kita mungkin sudah familiar dengan penyakit-penyakit ini, tetapi bagaimana perasaan dan pikiran kamu dapat berdampak pada perkembangan dan pengelolaannya? Mari, kita telusuri hubungan yang mendalam antara psikologi dan kesehatan kita, sambil memahami bagaimana perasaan dan pikiranmu memengaruhi kondisi tubuh.
Pentingnya Psikosomatis
Mari kita pahami terlebih dahulu apa itu psikosomatis sebelum mempelajari lebih dalam terkait pembahasan kali ini. Psikosomatis adalah istilah yang mengacu pada hubungan antara pikiran, perasaan, dan tubuh. Ini adalah tentang bagaimana emosi dan tekanan mental kamu dapat berdampak pada kondisi fisik kita. Pada saat kita berbicara tentang penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung, komponen psikosomatis bisa sangat penting.
Stres dan Penyakit Jantung
Kamu mungkin pernah mendengar bahwa stres adalah penyebab penyakit jantung, dan itu benar. Di sisi lain, bagaimana stres memengaruhi jantung kita? Pikiran dan emosi negatif kamu dapat memicu respons tubuh yang merusak. Pada saat kamu stres, tubuh kamu melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin. Hal ini dapat meningkatkan tekanan darah, meningkatkan detak jantung, dan merangsang peradangan, yang semuanya berkontribusi pada risiko penyakit jantung.
Selain itu, stres juga dapat menyebabkan perilaku yang merugikan kesehatan jantung, misalnya, orang yang stres mungkin cenderung merokok lebih banyak, makan makanan tidak sehat, dan mengurangi aktivitas fisik mereka. Berbagai hal tersebut dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung.
Depresi dan Diabetes
Diabetes, terutama tipe 2, seringkali terkait dengan gaya hidup dan obesitas. Di sisi lain juga, terdapat faktor psikologis yang juga memainkan peran penting dalam pengembangan penyakit ini. Salah satu faktor utama adalah depresi. Orang yang menderita depresi cenderung memiliki tingkat glukosa darah yang lebih tinggi dan seringkali kurang termotivasi untuk mengelola kondisi mereka.
Selain itu, depresi juga dapat memengaruhi kepatuhan terhadap rencana perawatan diabetes. Orang dengan depresi mungkin lebih sulit untuk menjaga pola makan yang sehat, mengikuti rencana obat, atau melakukan aktivitas fisik yang diperlukan untuk mengendalikan diabetes. Akibatnya, diabetes mereka dapat lebih sulit dikendalikan, meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang.
Strategi Psikologi untuk Kesehatan yang Lebih Baik
Menggunakan perspektif psikologi untuk meningkatkan kesehatan kita bisa sangat bermanfaat. Pertama, kita perlu mengenali bagaimana perasaan dan pikiran kita memengaruhi tubuh kita. Mengidentifikasi stres dan depresi adalah langkah pertama penting.
Kemudian, kita bisa mencari bantuan dari profesional kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater. Terapi kognitif perilaku, misalnya, dapat membantu kita mengelola stres dan depresi, yang pada gilirannya dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan mengelola diabetes. Selain itu, penting untuk memahami pentingnya gaya hidup sehat. Psikologi dapat membantu kita mengatasi hambatan psikologis untuk mengadopsi kebiasaan makan sehat, olahraga teratur, dan menjalani perawatan medis dengan konsisten.
Pengaruh psikosomatis dalam penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung adalah topik yang penuh perhatian dan relevan. Perasaan dan pikiran kita memiliki kemampuan yang kuat untuk memengaruhi kesehatan fisik kita. Mengenali hubungan ini dan mengambil langkah-langkah yang tepat, kita dapat menjaga kesehatan jantung dan mengelola diabetes dengan lebih efektif. Semoga dengan pengetahuan ini, kita semua dapat hidup lebih sehat dan lebih bahagia.
Sebagai biro psikologi terpercaya, Smile Consulting Indonesia adalah vendor psikotes yang juga menyediakan layanan psikotes online dengan standar profesional tinggi untuk mendukung keberhasilan asesmen Anda.
Referensi :
Irwanto. 2022. Psikologi Psikosomatis.